Bangkitlah Mahasiswa Karo

0
134

Oleh : Genesis Sembiring (Taiwan)

 

Genesis SembiringSaya masih ingat, ketika Gunung Sinabung kala itu masih bersahabat. Persahabatan yang begitu indah. Mulai dari hasil alam yang melimpah sampai indahnya panorama pemandangan dari puncak Sinabung. Kisah persahabatan ini, masih saya kenang. Tentu saja Sinabung adalah kebanggaan putra-putri Karo.

Namun, persahabatan ini sepertinya mulai ada pertengkaran kecil. Dulu, kami anggap pertengkaran biasa. Tapi, ternyata sampai hari ini pertengkaran ini tidak kunjung berakhir.

Sinabung 19Beribu doa sudah dipanjatkan. Banyak cara sudah dilakukan. Tetapi, belum juga memberikan kedamaian. Setidaknya, sejak mulai bangun pada tahun 2010, Gunung Sinabung sudah mulai memberikan ancaman pada tahun 2013. Bahkan, sampai sekarang tak kunjung berhenti.

Tidak sampai di situ, produksi buah dan sayuran dari Dataran Tinggi Karo menurut Plt. Ketua Kamar Dagang dan Industri Sumut (Tohar Suhartono) mulai menurun. Selain dampak hasil pertanian, sektor pariwisata Kabupaten Karo juga mengalami penurunan drastis. Padahal, 2 sektor penyangga ekonomi Kabupaten Karo adalah pertanian dan pariwisata.

Kemunduran ekonomi ini dapat menimbulkan masalah baru yang lebih komplikasi. Kenapa tidak? Dengan rendahnya pendapatan masyarakat, secara tidak langsung akan menurunkan minat dan keinginan putra-putri Karo untuk belajar ke tingkat yang lebih tinggi, ke perguruan tinggi. Secara umum, biaya belajar di perguruan tinggi tidaklah murah.




Begitu banyak air mata yang telah tumpah di Taneh Karo. Janganlah semangat belajar pemuda – pemudi Karo ikut tenggelam. Semangat harus tetap membara. Bagaimanapun juga, hidup harus tetap berlanjut.

Biaya adalah salah satu variabel pendukung untuk belajar di perguruan tinggi, tapi bukan satu-satunya penentu layak atau tidak belajar di perguruan tinggi. Ketersediaan beasiswa studi lanjut mampu menjawab duka ekonomi ini. Teman – teman pemuda – pemudi Karo, sampai saat ini Beasiswa untuk kuliah di Taiwan masih ada dan masih mampu menjawab duka ekonomi kita.

Jadi, tentu kita masih punya peluang.

Mari Bangkit! Bangun Indonesia, dari Taneh Karo!

Salam hangat dari Kaohsiung, Taiwan.

Foto-foto: RIKWAN SINULINGGA




Leave a Reply