Peredaran Narkoba Marak, Warga Geruduk Polsek Namorambe

1
162

Kapolsek dan Kanit Reskrim Lompat Berteng

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Kesal melihat kinerja kepolisian, ratusan warga dan pelajar kembali menggeruduk Polsek Namorambe [Senin 23/5]. Kedatangan warga kedua kalinya ini masih mengajukan tuntutan yang sama, yakni meminta kepada  pihak kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di Kecamatan Namorambe.

“Kami meminta kepada Polisi agar menangkap para bandar dan pengedar narkoba,” kata warga yang didominasi kaum ibu rumah tangga dan anak-anak ini.

sabu 7
Warga yang berdemo di Polsek Namorambe

Namun, sangat disayangkan, begitu melihat kehadiran warga, Kepolsek Namorambe KP J. Simanjuntak maupun Kanit Reskrim Ipda Hendri Ginting tidak berani bertatap muka dengan warga. Mereka pergi entah ke mana alias lompat berteng dalam bahasa Karo. Sikap pengecut yang dipertontonkan petinggi kepolisian yang dipercayakan di Polsek Namorambe jelas saja membuat warga kesal lantaran tidak bisa menyampaikan keluh kesalnya.

Parahnya lagi, salah seorang personil Polsek Namorambe, Aiptu Efendi Barus melarang pengunjuk rasa menyampaikan orasi dengan menggunakan pengeras suara. Alasannya, tidak ada izin pemakaian pengeras suara yang dipakai pengunjuk rasa.

Sementara Best Ginting SPd yang sebagai Ketua KBN (Komit Bersih Narkoba) Deli Serdang mengatakan, kami memakai pengeras suara untuk menyampaikan kepada khalayak ramai bahwasanya di wilayah hukum polsek Namorambe sudah marak peredaran narkoba yang telah merusak anak bangsa.

Ana beru Ginting salah seorang warga ketika dikonfirmasi mengatakan, akibat maraknya Narkoba di Namorambe, maling makin merajalela.




“Ternak kami banyak yang hilang,” terang beru Ginting ini.

Lain halnya dikatakan beru Tarigan. Ibu berambut ikal ini meminta dengan sangat agar Kapolsek Namorambe bersama jajarannya jangan hanya diam di kantor dan membiarkan peredaran narkoba kian menggila.

“Kami sangat resah karena sudah marak narkoba jenis sabu di Namorambe ini. Kami meminta kepada pihak kepolisan Namorambe untuk memberantasnya,” ujar beru Tarigan.

Waka Polsek Namorambe Iptu G. Karo-karo saat diwawancarai masalah warga yang datang untuk menyampaikan aspirasinya, enggan memberi komentar.

“Tanyakan saja nanti sama Kapolsek, saya tidak bisa memberi komentar, ya,” ujar G. Karo-karo.








1 COMMENT

  1. Perusakan penduduk asli Karo oleh penguasa pendatang.
    Bagus sekali rakyat mengorganisasi diri ambil inisiatif, karena penduduk asli yang berkepentingan menjaga masa depan penduduk dan daerahnya.

    MUG

Leave a Reply