Pelajar SMP Diperkosa Secara Massal

1
267

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Sebut saja namanya Bunga (14), warga Desa Nageri (Kecamatan Sibolangit). Gadis belia yang baru beranjak dewasa ini mengalami nasib tragis. Usai disuguhi minuman keras, pelajar kelas 2 SMP ini lalu diperkosa secara bergilir. Akibatnya, cewek beperawakan kecil mungil ini mengalami trauma berat. 

Data diperoleh Sora Sirulo, saat korban didampingi keluarganya hendak membuat laporan ke Polsek Biru-biru [Rabu 25/5] menyebutkan, nasib tragis yang dialami Bunga berawal sepekan lalu [Kamis 19/5: sekira 19.30 wib]. Ketika itu, Bunga bersama seorang temannya mengendarai sepeda motor Supra X hendak mandi di pemandian air panas Desa Penen (Kecamatan Biru-biru).

Sesampainya di lokasi wisata tersebut, Bunga dipanggil sekelompok pemuda untuk singgah di dalam gubuk tempat puluhan pemuda berkumpul. Karena kenal dengan salah satu pemuda tersebut, Bunga akhirnya menuruti.

Singkatnya, ketika Bunga asyik bercengkerama dengan para pemuda tersebut [sekira 22.30 wib], salah satunya lalu menyuguhi korban dengan minuman botol. Tidak tahu apa yang terjadi, begitu usai menegak minuman yang diberikan, Bunga langsung sempoyongan. Melihat Bunga telah hilang kesadaran, salah satu pelaku langsung mendekap dan mencumbui tubuh Bunga di dalam gubuk.




Awalnya, aksi pemerkosaan itu belum sempat terjadi. Pasalnya, 2 warga setempat, melihat kejadian itu dan langsung menegur. Terusik dengan kehadiran kedua warga, dengan menggunakan sepeda motor, para pemuda itu kemudian membawa Bunga ke salah satu gereja tidak begitu jauh dari lokasi pemandian air panas Penen. Di sana, Bunga yang sudah hilang kesadaran, lalu dicumbui secara bergilir.

Selanjutnya, Bunga dikabarkan kembali dibawa ke gubuk di areal persawahan. Di sana, Bunga kembali digiliri. Ternyata, penderitaan Bunga tidak berkesudahan, tak lama berselang, beberapa pemuda lain datang setelah dipanggil pemuda yang sebelumnya telah mencumbui korban. Detik berikutnya, Bunga kembali dibawa ke lokasi pemandian air panas yang terletak di Desa Penen. Di dalam sebuah gubuk, tubuh Bunga kembali digiliri hingga pingsan.

Puas meyetubuhi Bunga secara bergantian [Jumat 20/5: sekira 03.00 wib], korban kemudian ditinggalkan begitu saja tergeletak di dalam gubuk. Begitu tersadar, Bunga kemudian pulang ke rumah neneknya di Desa Penungkiren (Kecamatan STM Hilir), tempat tinggal Bunga.




“Aku cuma kenal satu orang, pak. Tapi kalau aku lihat langsung, sebagian aku masih tandai wajahnya,” kata Bunga saat dimintai keterangan di Polsek Biru-biru.

Terungkapnya pemerkosaan massal yang dialami Bunga berawal ketika korban tiba di rumah neneknya [Jumat 19/5: sekira 04.00 wib]. Salah satu keluarga Bunga yang curiga, langsung memberitahukan kepada orangtua Bunga yang berada di Desa Nageri (Kecamatan Sibolangit). Kepada kedua orangtuanya, Bunga pun berterusterang dan menceritakan kejadian yang dialaminya.

Tak terima apa yang dialami anaknya, Bunga didampingi keluarganya mendatangi Polsek Biru-biru guna membuat laporan [Rabu 25/5]. Namun, karena di Polsek Delitua belum ada Unit PPA, pihak Polsek Biru-biru kemudian menyarankan agar korban membuat laporan ke Polres Deliserdang. Mendapat saran dari salah satu petugas, hari itu juga keluarga korban langsung menyambangi Polres Deliserdang guna membuat laporan resmi.




1 COMMENT

Leave a Reply