Relokasi Pengungsi Sinabung di Hutan Lindung?

0
135

Oleh: Irwansyah Ginting Manik

 

Irwansyah Ginting ManikErupsi dan lahar dingin Gunung Sinabung masih terus terjadi. Hal tersebut mengakibatkan penderitaan warga pengungsi Sinabung secara khususnya dan masyarakat Kabupaten Karo pada umumnya. Erupsi dan lahar dingin selain menyebabkan lahan pertanian dan peternakan warga pengungsi tidak bisa digunakan, juga telah mengakibatkan korban jiwa.

Di satu sisi warga pengungsi Sinabung membutuhkan lahan pertanian dan peternakan serta fasilitas pendukung untuk keberlangsungan hidup mereka ke depan. Belakangan ini ada usulan pembukaan lahan Hutan Lindung untuk relokasi Pengungsi Sinabung. Menurut penulis, niat dari pengusul wacana tersebut adalah baik. Namun, dengan memberikan pendapat dan usul yang baik, penulis mencoba berbagi pemikiran sebagai berikut.

 


[one_fourth]A. Fungsi Hutan[/one_fourth]

1. Tempat hidup Tumbuhan (termasuk pepohonan) dan hewan yang merupakan habitat awalnya.

2. Daerah tangkapan air hujan sekaligus bagian penting dari ketersediaan air.

3. Benteng penahan erosi, longsor, banjir (coba ingat lg banjir bandang air terjun Dua Warna Sibolangit)

hutan 144. Penghasil oksigen alami (paru-paru dunia nina kin WHO) sekaligus penghisap polusi alami juga sangat susah untuk menghutankan kembali suatu lahan.

5. Cagar alam, tempat edukasi Ilmu Alam juga bisa digunakan sebagai tempat berlatih TNI – POLRI Sekaligus benteng pertahanan Gerilya (ingat zaman penjajahan, dan apabila terjadi lagi perang?)

6. Tempat berkumpulnya Keramat, Kearifan Lokal Leluhur dan hal supranatural secara budaya Karo.

7. Apotek Alami sebagai tempat mengambil tanaman obat (ingat nini bulang ta nai ndarami tambar ku kerangen).

8. Daerah penyeimbang bagi lahan pertanian dan pemukiman (kerina kari juma ras rumah, kai nari kecionta?)





[one_fourth]B. Kebutuhan Utama Pengungsi[/one_fourth]

1. Lahan untuk Rumah dan Bertani dan Berternak

2. Kelanjutan program pertanian dan peternakan untuk mendapatkan penghasilan di sektor terkait

3. Fasilitas Pendidikan, Kesehatan dan Sosial lainnya

4. Jalan, jembatan, Irigasi (Infrastruktur) yang baik untuk menunjang aktivitas tersebut

5. Bantuan sandang, pangan dan pendidikan sementara.


[one_fourth]C. Keinginan Pengungsi[/one_fourth]

1. Daerah relokasi idak terlalu jauh dari desa asal mereka karena berkaitan dengan emosional, budaya dan sejarah.

2. Daerah relokasi punya fasilitas pendukung (Pendidikan, Kesehatan, Rumah ibadah, infrastruktur) yang baik.

3. Daerah relokasi mempunyai potensi yg baik untuk pertanian dan peternakan karena merupakan pencaharian utama.

4. Daerah tersebut aman dari Erupsi dan lahar dingin Sinabung

5. Pemerintah tetap memperhatikan mereka.

Dari 3 poin utama (A,B,C) di atas setidaknya dapat kita ambil kesimpulan bahwa:

1. Mengurangi jumlah hutan adalah hal yang salah karena banyak kerugiannya.

2. Membuka lahan Hutan Lindung (bukan hutan produksi terbatas) akan semakin mengurangi luas hutan sehingga kerugian alam akan bertambah.

3. Wacana tukar guling lahan sangat berpotensi tidak berjalan mengingat lahan tersebut akan didatangi kembali oleh pengungsi (ingat emosional dan budaya serta hutankearifan lokal kita Kalak Karo sangat tinggi ke kuburen keluarganya, je inganna tading nak, je jumana, dlsb)

4. Berkurangnya Hutan Lindung karena tingginya potensi tukar guling laha hutan lindung tidak maksimal

5. Dalam berapa tahun Hutan Lindung baru bisa dibuat, sedangkan Erupsi dan kahar dingin Sinabung terus mengintai, apakah hutan lindung bisa dibuat dalam waktu 2, 5, 10 tahun dengan kondisi tersebut??

6. Masih banyak desa yang mempunyai lahan pertanian dan pemukiman yang luas (Kecamatan Juhar, Kecamatan Mardinding, Kecamatan Laubaleng, Kecamatan Kutabuluh sekitarnya dan wilayah Siosar). Pengungsi bisa dibagi rata ke desa-desa yang layak untuk relokasi.

Maka dari itu, perbaiki dan tingkatkan Infrastruktur di daerah calon relokasi tersebut. Bukankah masyarakat di kecamatan-kecamatan tersebut juga dari dulu sudah meminta infrastruktur di desa mereka dibenahi? Bukankah pembangunan haruslah merata?

Video (bawah) musik dengan lagu dri film Medicine Man.









Leave a Reply