Perayaan Isra Mi’raj mendadak bubar karna adanya sambaran petir yang mencederai warga

0
205

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Perayaan Isra Mi’raj sekaligus pelantikan Remaja Mesjid yang diselenggarakan di lapangan bola Suka Maju, Kelurahan Delitua Timur (Kecamatan Delitua) mendadak bubar. Saat acara berlangsung, hujan angin disertai petir menyambar.  Akibatnya, 2 remaja Mesjid Sandio 16) warga Gg. Aman (Delitua) dan Reza (15) warga Gg. Bunga Jl. Pamah, Kelurahan Delitua Barat mengalami sekarat.

Sementara, Mayani (14) warga Jl. Ardagusema Kelurahan Delitua Timur, Chika (16) warga Jl. Pamah Gang Bunga serta seorang ibu rumah tangga anggota perwiritan bernama Darmiani (54) warga Gg. Pinang, Kedai Durian, mengalami syok berat dan dilarikan ke Puskesmas Delitua.

petirInformasi diperoleh di lapangan menyebutkan, kejadian naas ini terjadi saat ratusan warga yang tergabung dalam Remaja Mesjid dan Kelompok Perwiritan sedang mengikuti acara Isra Mi’raj dan sekaligus pelantikan pengurus Remaja Mesjid se Kecamatan Delitua yang difasilitasi Camat Delitua Kurnia Boloni Sinaga SSTP [Sabtu 28/5: sekira 16.18 wib]. Namun, ketika acara berlangsung, tiba-tiba saja hujan disertai angin kencang mengguyur Delitua sehingga tenda yang sebelunya telah dipasang panitia mau ambruk.

Melihat hal itu beberapa panitia menginstruksikan kepada Sandio dan Reza agar memegangi tiang penyangga tenda. Tak lama kemudian suara geledek disertai petir, menyambar tenda yang berada di tengah tanah lapang tersebut. Akibatnya, Sandio dan Reza yang sebelumnya memegangi tiang-tiang penyangga tenda yang terbuat dari besi itu tercampak dan mengalami kejang-kejang akibat tersambar petir.

Melihat hal itu beberapa panitia menghimbau kepada seluruh tamu undangan berlari menyelamatkan diri ke lokasi sekolah SMPN 1 Delitua yang berada persis di samping lokasi. Tak ayal lagi, perayaan Isra Mi’raj yang dihadiri ustad kondang, Ahmad Alhabsi dari Jakarta dan juga Wakil Bupati Deliserdang (Zainuddin Mars) langsung berhamburan menyelamatkan diri. Akibatnya, puluhan pengunjung mengalami syok berat seperti orang dikejar setan mengingat saat berlari menyelamatkan diri, petir masih terus menyambar hingga pengunjung tiba di lokasi sekolah SMPN 1 Delitua.

Dalam insiden itu, 3 orang pengunjung (Mayani, Chika dan Bu Darmiani) terpaksa dilarikan ke Puskesmas Delitua akibat kondisinya belum pulih. Demikian juga dengan Sandio dan Reza, 2 remaja mesjid yang terkena sambaran petir. Namun, karena kondisi Sandio dan Reza masih dalam sekarat, keduanya kemudian dilarikan ke RSU Sembiring Delitua.




“Tadi pagi cuaca sih biasa-biasa saja. Tapi, begitu lepas makan siang, cuaca mulai mendung dan kemudian turun hujan lebat disertai angin,” kata Ibu Hj. Anim, salah satu saksi mata kepada Sora Sirulo di lokasi.

Lanjut dikatakan, karena angin sangat kencang, sehingga tenda yang dipasang mau roboh. Tadinya kedua remaja mesjid itu memegang tiang tenda dan tiba-tiba petir menyambar. Keduanya langsung tercampak dan kejang-kejang akibat tersengat listrik.

“Awalnya, warga sudah menutupi tubuh kedua korban dengan daun pisang. Katanya untuk membuang arus listrik dari tubuhnya. Karena belum sadarkan diri, makanya dibawa ke Puskesmas,” kata Bu Hj. Amin.

Pantauan Sora Sirulo di lapangan Suka Maju Delitua, tempat perayaan Isra Miraj terlihat sudah lengang. Sementara, pengunjung dan warga sekitar terlihat hilir mudik menuju Puskesmas Delitua yang terdapat di Jl. Kesehatan untuk sekedar melihat kondisi korban.







Leave a Reply