Sirulo TV: Klub Volley Eks Penderita Jantung di Belanda

0
240

Ita Apulina Tarigan 2ITA APULINA TARIGAN. LEIDEN. Hampir tidak terbayangkan bila seseorang yang pernah menderita serangan jantung dapat kembali aktif berolahraga dengan gembira dan bersemangat, apalagi jika usia orang tersebut sudah di atas 70 tahun.

Pertengahan Mei 2016 [Kamis 12/5], Sirulo TV berkunjung ke sebuah Pusat Rehabilitasi Penderita Sakit Jantung di Kota Leiden. Rumah sakit yang terletak di kawasan ini bukan rumah sakit biasa. Pelayanannya bukan sekedar memeriksa pasien dan memberi obat, juga melakukan revitalisasi kondisi pasien dengan berbagai kegiatan olahraga dan konsultasi. Rumah sakit ini juga menyediakan sebuah bangsal yang dapat digunakan untuk bermacam olahraga permainan beregu seperti bola volley, basket, badminton dan futsal.


Klub Bola Volley Jantung Sehat Leiderdorp bernama Hardtrimvereniging (HTV) ini adalah salah satu club volley yang menyewa bangsal ini 1 kali dalam seminggu untuk memfasilitasi anggotanya berlatih. Ada sekitar 120 penderita sakit jantung yang bergabung di klub ini. Latar belakang kondisi mereka bermacam-macam, kebanyakan sudah senior dengan usia di atas 65 tahun.

Sore ini latihan mereka ada dua sesi. Setiap sesi menghabiskan hampir 3 jam. Seorang pelatih memandu mereka, dimulai dengan pemanasan terlebih dahulu selama 30 menit. Tidak hanya pelatih, setiap sesi juga didampingi petugas medis yang siap sedia melakukan pertolongan pertama jika ada diantara mereka membutuhkan pertolongan.

Seperti yang disampaikan Nick, Ketua Hardtrimvereniging (HTV) Leiderdorp ini: “Setiap sesi selalu ada paramedis yang berpengalaman mendampingi sehingga para anggota dapat bermain dengan tenang.”

Dengan membayar iuran € 15/ bulan, para anggota sudah dapat bertemu dengan sesama eks penderita jantung, bersosialisasi dan berlatih dengan gembira. Terkadang terlihat suasana lucu penuh keakraban di antara mereka. Namanya juga sudah orang tua, sesekali mereka membutuhkan perhatian dari orang lain. Jika sudah begini, maka akan terlihat mereka mengantri rapi di depan perawat untuk sekedar di cek tensi atau konsultasi ringan. Sementara di lapangan terlihat si pelatih muda terus menggenjot anggota untuk melakukan pemanasan. Kadang, ada diantaranya malas bergerak dan tidak mengikuti instruksi, si pelatih langsung menggedor agar semangat.

John, salah seorang pengurus Harttrimvereniging ini mengatakan, umumnya anggota yang bergabung sudah pernah mendapatkan perawatan jantung lewat operasi ataupun pemasangan ring karena penyempitan pembuluh darah.

“Dokter menganjurkan kami penderita untuk aktif bergerak. Itu adalah cara terbaik memulihkan kondisi tubuh dan jantung. Saya sendiri sudah bergabung di klub ini selama 6 tahun. Pengalaman saya bermain volley justru lebih sehat dan segar. Saya kira, pengalaman teman-teman yang lain juga begitu,” ungkapnya.




Melihat semangat para orang tua eks penderita jantung ini menghabiskan hari-hari dengan sehat dan gembira, terbersit di hati saya andai semangat yang sama juga menular kepada eks penderita jantung di Indonesia. Inisiatif klub datang dari mereka sendiri, tanpa menunggu dari orang lain dan hasilnya kini mereka nikmati yakni, lebih sehat dan kuat.

Selesai wawancara, sayapun ikut bergabung bermain volley dengan mereka. Sungguh menyenangkan diterima dengan ramah di komunitas mereka dan sekali lagi saya takjub tatkala menerima bola servis dari seberang, sungguh fit kondisi si penyervis yang sudah keriput itu.







Leave a Reply