Puluhan Rumah Rusak Akibat Gempa 6,5 SR

0
113

jebta 3JEBTA B. SITEPU. KONTAK SELULAR. Beberapa jam setelah gempa mengguncang Malang (Jawa Timur) [Kamis 2/6: Dinihari], terjadi lagi gempa yang lebih besar di Sumatera Barat dengan kekuatan 6.5 SR.

Akibatnya, pendataan dampak gempa 6,5 SR [Kamis 2/6: 05.56 Wib] dengan titik pusat gempa berada pada kedalaman 72 KM. 2.29 LS, 100.46 BT (79 km Barat Daya Pesisir Selatan – Sumbar) masih terus dilakukan oleh BPBD dan Tim SAR hingga saat ini.

gmpa“Dampak kerusakan ada di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. 3 orang luka berat, 13 orang luka ringan dan 56 rumah rusak,” kata Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui selular kepada Sora Sirulo.

“Di Kabupaten Pesisir Selatan, terdapat 14 korban luka dan 11 rumah rusak yang terjadi di Kecamatan Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Air Haji Tengah. Di Kota Padang terdapat 2 orang luka berat akibat tertimpa bangunan,” lanjut Sutopo.

Korban luka berat dirawat di RSUD Painan. Sedangkan luka ringan dirawat di Puskesmas.

Kerusakan akibat gempa ini terdapat di Kabupaten Mukomuko yaitu Desa Lubuk Pinang dan Desa Pasar Panjang (Kecamatan Lubuk Pinang) yang terdapat 3 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, dan 9 rumah rusak ringan.




Sedangkan di Desa Talang Sakti (Kecamatan 5 Koto) terdapat 10 rumah rusak berat, 7 rumah rusak ringan, dan 13 rumah rusak ringan. Di Desa Kota Praja Kecamatan Manjunto terdapat 1 unit RSUD rusak sedang.

“Luasnya wilayah dan hujan deras menyebabkan pendataan belum dapat dilakukan dengan cepat. Kondis listrik mati juga menimbulkan masalah dalam pelaporan dampak gempa di Mukomuko,” tambah Sutopo.

“Gempa Sumbar tersebut merupakan Gempa Subdiksi. Subdiksi sendiri adalah Zona yang berada di batas antar lempeng konvergen. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi Tsunami. Sementara itu, Posko BNPB terus melakukan koordinasi dengan Pusdalops BPBD dalam pendataan. Saat ini, kondisi masyarakat normal. Aktivitas berjalan seperti biasa,” kata Sutopo mengakhiri.








Leave a Reply