Diduga Dibakar OTK, Rumah Wartawan Tinggal Arang

0
157

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Rumah tempat tinggal semi permanen yang dihuni oleh wartawan salh satu harian terbitan Medan, Mehuli Keliat alias Gondrong (38), bersama keluarganya, hanya menyisakan arang akibat dilahap sijago merah [Selasa 31/5: sekira  04.00 wib].

Rumah ini terletak di Dusun 4, Desa Namorambe (Kecamatan Namorambe).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Akan tetapi korban diperkiran merugi hingga puluhan juta rupiah. Pasalnya, hampir tidak ada barang berharga yang berhasil diselamatkan.

“Semua telah habis terbakar. Hanya tinggal baju yang melekat di badan. Tidak ada lagi yang tersisa,” kata Gondrong kepada Sora Sirulo.

kebakaran 4

Ia mengetahui rumahnya telah dilahap api setelah beberapa tetangga sibuk menyiram api sambil berteriak minta tolong. Ketika itu, Gondrong bersama istrinya Mawati (30) dan ketiga anaknya Daniel Keliat (9) Sri Hartati (7) dan Silvani (3) sedang terlelap tidur di dalam rumah.

“Kami sedang terlelap tidur. Begitu aku mendengar ada warga yang teriak, aku langsung terbangun. Tidak jauh dari tempat tidur, aku sudah melihat api berkobar. Selanjutnya aku langsung membangunkan istri dan anaku, lalu kami berlari keluar,” bebernya.

Ketika diwawancarai lebih jauh, Gondrong menduga rumahnya sengaja dibakar oleh orang tak bertanggungjawab, bukan karena akibat korsleting arus listrik. Soalnya katanya, titik api berasal dari  lantai persis di sudut, bagian depan rumahnya.

“Api bukan dari atas, tetapi merambat dari bawah, dari depan kaki lima. Kalau memang akibat arus pendek, pasti titik api berasal dari atas,” beber Gondrong.

Lanjut dikatakan, menurut keterangan tetangganya, sebelum api membara, ada warga yang mendengar suara sepeda motora melintas di depan rumahnya.

“Biarlah Polisi yang menyelidiki. Tadi Polisi sudah melakukan cek TKP,” sebutnya.




Kepada Sora Sirulo Gondrong mengaku selama ini tidak memiliki musuh. Namun, ia tidak mempungkiri kalau selaku kuli tinta, dirinya sering melakukan peliputan di sekitar Kecamatan Namorambe.

“Mungkin ada yang tidak senang terkait dengan pemberitaan yang saya liput. Kalau musuh, sampai sekarang saya rasa tidak ada,” tuturnya mengakhiri.

Pantauan di lapangan, 2 anak korban Daniel Keliat yang masih duduk di bangku kelas 3 SD dan Sri Hartati, kelas 1 SD, hanya bisa menangis. Hal tersebut dikarenakan pakaian, tas, buku dan sepatu sekolahnya, juga ikut terbakar.

“Aku gak bisa lagi sekolah, buku, baju dan tasku habis terbakar,” kata Daniel Keliat.

Camat Namorambe, Surya Bangun Harahap saat dikonfirmasi melalui selularnya, membenarkan kejadian tersebut. Namun, Surya Bangun Harahap belum sempat mendatangi lokasi kebakaran karena sedang berada di desa lain untuk meninjau bencana puting beliung yang terjadi beberapa hari lalu.

“Saya masih di Desa Jati Kesuma meninjau bencana puting beliung,” kata camat.

Sementara Kapolsek Namorambe AKP H. Simanjuntak kepada wartawan mengatakan kalau pihaknya masih menyelidiki asal api.

“Asal api masih kita selidiki. Kalau saya sudah tahu siapa pelakunya, pasti akan kita tangkap,” tegas AKP H. Simanjuntak.








Leave a Reply