Renungan Seusai Pesta Mejuah-juah

0
109

Oleh: Mery Fitra Sinulingga (Medan)

 

Mery F. SinulinggaAntusiasme masyarakat dalam menyambut acara tahunan “Pesta Mejuah – juah” [Mei 2016] di Taman Mejuah – juah (Berastagi) jika dilihat dari banyaknya pengunjung serta minimnya kegiatan yang ditampilkan sangat jauh berkurang dari era tahun 90an.

Era 90an merupakan era keemasan Pesta Mejuah-juah. Sambutan masyarakat sangat kuat serta antusiasmenya juga tinggi. Setiap kecamatan mengikuti lomba dan pawai dengan meriah. Saya sendiri setiap tahun ikut sebagai peserta tari dan selalu berusaha untuk menang, baik dalam festival maupun saat barisan pawai sedang berlangsung.

mejuah-juah 9
Sebuah foto kenangan dari Pesta Mejuah-juah di tahun 1990an.

Tahun ini berbeda. Sepi pengunjung. Hal ini dibuktikan dengan sepinya orang di sekitar pentas arena lomba. Sangat berbeda dengan tahun 90an.

Apakah keadaan ini dipengaruhi situasi ekonomi daerah Karo atau pengaruh lainnya seperti kurangnya promosi tentang event ini? Sayang sekali, event akbar tahunan ini tidak dimasukkan menjadi agenda resmi untuk wisatawan kita.

Hari dan bulan pelaksaanaannya sering dilaksanakan secara mendadak. Mungkin, jika di publikasikan jauh-jauh hari seperti event wisata daerah lain, bukan mustahil wisatawan akan datang untuk menyaksikannya. Tentu even ini adalah salah satu daya tarik wisata daerah Karo.




Mengapa tiap tahun selalu merosot pengunjungnya? Apakah tidak ada dana dari Pemkab Karo? Ataukah mereka tidak mengerti apa itu Pesta Mejuah-juah? Jika dikaitkan dengan masalah dana, apakah Dinas Pariwisata Kabupaten Karo tidak ikut ambil bagian?

Padahal melalui even rutin yang bagus ini turis-turis akan lebih banyak berkunjung ke Dataran Tinggi Karo. Mereka akan tahu bahwa Taneh Karo layak sebagai tujuan wisata budaya yang sangat unik.

Seharusnya cara kita untuk mempromosikan Karo secara global kepada dunia adalah dengan membuat event-event penting di Taneh Karo agar wisatawan yang berkunjung ke Taneh Karo tidak hanya terfokus ke tempat pariwisata yang itu-itu saja.




Leave a Reply