Musyawarah Besar IV Merga Silima Batam

1
180

terbit melialaTERBIT SEMBIRING. BATAM. Musyawarah Besar Merga Silima Ke IV Barelang (Batam) diikuti setiap perwakilan dari Persadan Merga Silima (Persatuan Merga Silima) dan seluruh kordinator tingkat kecamatan yang tersebar di seluruh Kota Batam. Acara berlangsung di gedung Lembaga Adat Melayu [Sabtu 4/6].

Jumlah Persadan Merga Silima di kota ini sekitar 90 kelompok. Setiap kelompok mengutus 3 orang perwakilan. Berarti, jumlah peserta Mubes ini sekitar 200 – 250 orang.

Acara Mubes ini dibuka oleh Datuk Nyat Kadir, selaku tokoh Melayu sekaligus anggota DPR RI Dapil Kepri.

merga silima
Foto: W. ANDREAS GINTINGS

“Ini merupakan satu kerjasama yang baik antara Suku Melayu dengan Suku Karo. Apalagi Mubes ini juga dilaksanakan di Gedung Lembaga Adat Melayu yang juga difasilitasi oleh Datuk Nyat Kadir,” kata beberepa peserta kepada Sora Sirulo.

Ketua Umum Persadaan Merga Silima sekota Batam, Daut Sembiring, dalam sambutannya mengatakan masih banyak program yang belum terlaksana di kepengurusan yang dipimpinnya.

“Masih banyak program kepengurusan yang lama belum kami selesaikan. Tapi kami percaya, bukan karena itu persatuan kita luntur. Kami selaku kepengurusan yang lama mengajak seluruh masyarakat Karo di Batam untuk semakin bersatu,” ujar Daud Sembiring.

Perkataan Daud ini langsung direspon oleh seluruh peserta dengan memberikan tepuk tangan yang meriah.

“Ke depan, kita semua warga Karo di Batam ini jangan terlalu gampang menerima sesuatu,” lanjut Daud dengan semangat.

Daud Sembiring , mengakhirinya dengan memberikan yel-yel yang langsung disambut para peserta dengan meriah.

“Jika kutakakan kalak Karo, kam jawab dengan Mejuah-juah,” sambung Daud dan kemudian mengucapkan.




Sementara itu, pemilihan kepengurusan yang baru dipimpin oleh Setia Putra Tarigan. Dalam proses pemilihan ini, peserta sidang ingin kembali memilih Daud Sembiring untuk menjadi Ketua di dalam kepengurusan yang baru secara bulat. Namun, Daud Sembiring menolaknya.

“Jangan aku lagi, masih banyak yang lebih kompeten,” kata Daud menolak secara halus.

Akibat banyaknya desakan secara bulat untuk kembali memilih Daut Sembiring sebagai ketua, sidang pun diskors sementara sembari menunggu Daud Sembiring membuat keputusan.

Akhirnya, setelah sidang diskors, Daud Sembiring mau untuk dipilih kembali.

“Aku siap melanjutkan pekerjaan,” kata Daud disambut tepuk tangan yang sangat meriah.

Adapun kepengurusan yang baru, Periode 2016 – 2020 adalah sebagai berikut :

Ketua Umum : Daut Sembiring.
Ketua Harian : Sastra Sinulingga.
Sekretaris : Maju Tarigan.







1 COMMENT

  1. “Jika kutakakan kalak Karo, kam jawab dengan Mejuah-juah,” kata Daut Sembiring denga tegas. Inilah dia, ketegasan selalu perlu dalam rangka survival Karo itu. Ketegasan adalah self-assertion secara etnis yang harus terus dikembangkan supaya tidak lenyap sebagai suku.

    Mejuah juah adalah ciri khusus sapaan Karo, kalau bertemu atau juga kalau berpisah. Selalu mejuah juah.
    Sangat tak nyaman memang kalau disapa dengan bahasa lain, seperti dalam acara Tanta Ginting. Bagusnya ialah bahwa Tanta langsung saja membantah dan MENCERAHKAN. Supaya yang tidak mengerti jadinya bisa mengerti bahwa dia seorang Karo, bukan seorang Batak. Kasihan orang-orang itu tak mengerti bedanya Karo dengan Batak, sampai bilang Horas sama Tanta yang bukan bahasanya karena bukan bahasa sukunya. Betapa mendalamnya ignorance pengacara itu dan semakin menjadi-jadi saja kalau Tanta diamkan saja dan menerima sapaan suku Batak itu. Tetapi dengan penjelasan dan ketegasan Tanta, pengetahuan manusia yang ada diacara itu bertambah setingkat, mengenai keberadaan suku bangsanya sendiri. Media memang alat untuk mendidik dunia, termasuk bagi pengacara film award itu, pastilah tambah berterima kasih atas penjelasan Tanta Ginting. Semua rakyat Indonesia yang mendengar ketika itu juga jadi tambah pengetahuannya mengenai Batak dan Karo.
    Maju terus orang Karo Batam.
    Bujur ras mejuah-juah
    MUG

Leave a Reply