Kolom Genesis Sembiring: SEKOLAH

0
271

Genesis SembiringSejarah bercerita tentang perjuangan Jepang. Sebelum Tahun 1853, Jepang adalah negara tertutup juga terisolasi dari keramaian dunia. Setelah 1853, Jepang membuka diri, dan melihat bahwa bangsanya jauh tertinggal dari negeri Barat. Melihat hal ini, kaisar Meiji dengan cepat berbenah, disebutlah peristiwa itu Restorasi Meiji.

Kemudian, apa yang mereka lakukan ?

Mereka mengirim pemuda-pemudinya belajar ke luar negeri. Mereka menggaji guru-guru asing untuk mengajar mereka dan mereka membangun pusat-pusat pendidikan yang baru.

jepang 6Kaisar Meiji tahu betul cara membangun sebuah negara. Dia sadar, masa depan tidak diwarnai dengan perang senjata saja, tapi jauh didominasi oleh perang INTELEKTUAL. Menarik bukan ?

Sekitar 3.000 orang asing didatangkan ke Jepang dan mereka diberi posisi penting dengan gaji yang besar. Pengorbanan mereka dalam membangun pendidikan tidak sampai di sana saja. Mereka bahkan menggaji orang asing sampai 2.000 yen. Padahal gaji Perdana Menteri pada saat itu hanya 800 yen.

Perubahan budaya juga terjadi di Jepang. Pemuda-pemudi yang terbiasa berlatih pedang, kemudian berubah menjadi kutu buku. Mereka sangat haus pengetahuan.

Lalu sudah sejauh mana kah kita peduli pendidikan?

Dalam setiap sesi diskusi dengan pemangku kebijakan, mereka selalu tampak paham bahwa Jepang dibangun dari Ilmu Pengetahuan. Tapi, yang saya bingungkan, mengapa sampai sekarang belum juga Pendidikan dijadikan Perhatian utama?




Fokus Infrastruktur fisik nampaknya masih menjadi fokus utama negeri ini. Nampaknya kita perlu belajar lebih banyak lagi dari Jepang.

Saya berharap ke depannya, Pemerintah menjadikan Pendidikan sebagai perhatian utama dalam membangun bangsa. Saya juga berharap Bapak Bupati Karo saat ini dapat memberi perhatian lebih bagi pembangunan sumber daya manusia, terlebih dalam mendorong pemuda-pemudi Karo sekolah ke Luar Negeri.

Mejuah-juah Taneh Karo.








Leave a Reply