Kolom Herli Sitepu: BALAS DENDAM

0
112

Herli Sitepu 4Saat Berlin Timur dan Berlin Barat berselisih, kedua negara itu dipisahkan oleh sebuah tembok raksasa sepanjang 165 km dengan ketinggian 3.6 m. Tembok ini dibangun oleh Berlin Timur dan dikenal sebagai Tembok Berlin. Berlin Timur diidentitaskan sebagai daerah kekuasaan Soviet, sedangkan Berlin Barat diindetitaskan sebagai kekuasan Amerika.

Kehidupan di kedua Berlin itu sangat jauh berbeda, Berlin Timur sangat miskin dan ketinggalan, sedangkan Berlin Barat hidupnya makmur dan kaya.

maaf 2Melihat kehidupan Berlin Barat yang demikian majunya, timbul kebencian dan kecemburuan penduduk Berlin Timur. Suatu hari mereka mengumpulkan sejumlah sampah, lalu sengaja dibuang ke Berlin Barat. Ini dilakukan sebagai bentuk provokasi guna memperuncing konflik Blok Timur dan Blok Barat.

Penduduk Berlin Barat tidak marah apalagi membalas dengan sampah yang dibuang ke wilayahnya. Sebaliknya, mereka mengumpulkan sejumlah makanan lezat lalu dilemparkan balik ke Berlin Timur. Dengan sengaja pula sebuah spanduk disisipkan di antara makanan yang dilemparkan dengan bunyi: “Terimakasih atas pemberian yang kalian miliki dan kami hanya bisa memberikan apa yang kami miliki. Semoga bermanfaat bagi saudara sebangsaku.”




Penduduk Berlin Timur merasa sangat malu karena, setelah melempar sampah, sebaliknya mereka malah diberi makanan serta masih menganggap mereka saudara sebangsa. Semenjak hari itu, tidak pernah ada lagi sampah atau kotoran yang dibuang ke Berlin Barat.

Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah hal yang paling bijak. Balas dendam akan memancing tindakan balas dendam lainnya, sehingga terus menerus dan tidak akan ada habisnya. Balas dendam hanya akan membuat seseorg menjadi sama derajatnya seperti musuhnya. Dengan pengampuan akan menjadikan dirinya sebagai pemenang.

Memaafkan bukan berarti kita lemah, namun jutru karena kita kuat dan cukup dewasa untuk memahami orang lain telah membuat kesalahan.

Tetap semangat GBU.




Leave a Reply