Kolom M.U. Ginting: AHOK TAK TERBENDUNG

0
97

M.U. GintingMelihat perubahan dan perkembangan dukungan terhadap Calon Independen Gubernur DKI Jakarta 2017, bisa disimpulkan, banyak pelajaran soal perubahan pemikiran manusia Indonesia dan dunia. Pelajaran dan kesimpulan tentang perubahan inilah yang membikin Indonesia menempati tempat nomor 1 dalam soal perkembangan demokrasi dan partisipasi publik. Begitu juga dalam soal kebebasan dan keterbukaan. 

”Apapun keputusan Ahok dan Teman Ahok nantinya, yang jelas, secara politik, Ahok sudah tak terbendung lagi untuk menuju Pilgub DKI,” demikian diberitakan oleh DetikNews.

Pikiran Calon Independen adalah terobosan briliant menggambarkan perubahan dan perkembangan ke masa depan. Adanya dukungan partai-partai bahkan tak bersyarat seperti dukungan Nasdem adalah bukti terobosan ilmiah itu. Nasdem melihat Ahok dari segi kepentingan nasional, apa yang sudah dikerjakan dan sedang dikerjakan oleh Ahok dalam kepentingan nasional itu. Ini khususnya berlaku untuk Jakarta dalam membangun Jakarta demi perbaikan kehidupan penduduk Jakarta. Kalau ada yang keliru seperti reklamasi pulau Pantai Utara, Ahok lantas serahkan saja kepada kementerian bersangkutan, tak punya kepentingan sendiri/ pribadi di situ.

Reklamasi pulau tadinya dianggap bisa meningkatkan kemajuan kota dan menambah keuangan kota dari kewajiban pajak banyak perusahaan yang terlibat, tetapi pertimbangan dari segi lingkungan mengalahkan semua pemikiran ekonomi itu, dan Ahok tidak ngotot mempertahankan pemikiran ekonominya. 

Jakarta
Kali di Jakarta dulu

Ahok ’kafir’ pada mulanya masih ’mempan’ sebagai alat bagi sebagian politikus anti Ahok. Sekarang masih ’mempan’ ialah Ahok ’sombong’, hanya karena Ahok biasanya ngomong apa adanya saja, kalau nakal ya nakal, kalau kurang ajar atau bajingan ya itulah namanya. Atau kalau coleng uang negara ya pencoleng. Politikus ’sopan santun’ biasanya katakan orang kurang ajar atau pencoleng sebagai ’kurang baik’ ha ha ha . . . Memang banyak juga yang setuju ini, tetapi orang awam tentu lebih setuju kalau dibilang apa adanya saja. Pencoleng ya pencoleng, bajingan ya bajingan. Tidak usah kembali ke jaman feodal, kang raden, yang bajingan gak usah dipanggil ’kurang baik’, paling tepat ya memang bajingan.

Semua ini istilah sopan tak sopan sebenarnya tak begitu penting dibandingkan soal-soal penting yang sudah dikerjakan oleh Ahok dalam membangun Jakarta dan memenuhi kewajibannya sebagai Gubernur Jakarta. Artinya dilihat dari segi kepentingan nasional tadi.

Pergeseran partai-partai politik ke ’independensi Ahok’ selain kepentingan politik partai-partai bersangkutan secara intern, pergeseran ini menggambarkan pergeseran perubahan besar dunia, kesedaran manusia dan perpolitikan dunia. Kesedaran yang semakin melihat jelas kepentingan bersama kemanusiaan, dan di Indonesia digambarkan oleh kepentingan nasional bangsa Indonesia sebagai satu nation yang dicintai bersama.




Partai-partai politik yang terang-terangan hanya mementingkan kepentingan internnya, semakin tak ada tempat di hati publik. Pernyataan-pernyataan dari suatu partai atau organisasi apa saja atau perorangan siapa saja, yang lebih mementingkan kepentingan bersama secara nasional, sangat digubris oleh publik dan terkena di hati rakyat banyak. Itulah salah satu yang terlihat dari Ahok yang ’sombong’ dan ’tak sopan’ itu.

Terlihat apa yang sesungguhnya sangat digubris oleh publik dan rakyat banyak. Lawan bebuyutan dari kepentingan nasional ini ialah kepentingan luar yang diwakili oleh neolib di Indonesia. Dalam soal Freeport dan Blok Masela sangat terlihat perjuangan dua kepentingan ini. Kepentingan luar ini memakai 3 alat ampuh untuk mengutakatik kekuatan nasional Nawa Cita, yaitu narkoba, terorisme dan korupsi.

Usaha fear factor untuk menakut-nakuti selain teroris juga dipakai geng motor untuk menghidupkan rasa takut dan pecah belah di kalangan rakyat banyak. Geng motor di Barat juga dipakai mengedarkan narkoba. Karena itu, sikap tegas Pangdam Siliwangi dalam soal geng motor ini patut dapat apresiasi tinggi dari rakyat Indonesia.








Leave a Reply