Hamil 4 Bulan, Pelajar SMP Minta Dinikahi

0
136

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Pacaran selama setahun, sebut saja namanya Laras (16) sudah hamil 4 bulan. Tak mau hamil di luar nikah, pelajar kelas 3 SMP yang tinggal di Tani Bersaudara, Desa Delitua (Kecamatan Namorambe) ini meminta kepada AP (17) sang pacar yang menghamili, agar secepatnya menikahinya.

Cerita Laras (16) [Selasa 14/6: sekitar 12.00 wib], ketika hendak membuat laporan ke Polsek Namorambe, ia berkenalan dengan AP warga Desa Delitua (Kecamatan Namorambe) sekira setahun lalu. Begitu berkenalan, AP langsung membiik Laras sebagai pacarnya.

“Karena aku pun tidak punya pacar, langsunglah kuterima AP jadi pacar ku,” kata Laras.
hamil

Lanjut dikatakan, minggu pertama pacaran, mereka pergi jalan-jalan ke salah satu lokasi pemandian di daerah Kecamatan Namorambe. Di sana mereka bercerita tentang bagaimana pacaran yang setia. Mereka sepakat saling setia sampai menikah nantinya. Setelah mengikrarkan untuk saling setia, AP langsung mencium kening dan bibir Laras. Sore hari, mereka pun pulang ke rumah masing-masing dan setiap hari selalu saling berkomunikasi.

Delapan bulan pacaran, AP minta mereka ketumu di rumahnya. Lalu, Laras pun setuju dan AP menjemputnya ke rumah. Di rumah AP, merekai cerita-cerita sampai tengah malam.

“Karena keadaan rumah AP sudah sepi, AP pun mulai mencium dan meremasi payudaraku. Sehingga aku pun bernafsu dibuatnya. Lalu, AP minta agar kami bersetubuh, aku langsung menolak karena aku masih kecil. Karena AP terus menerus merengek dan mau bertanggungjawab. Aku pun jadi pasrah saja ketika AP membuka baju dan celanaku,” tutur Laras.

AP berhasil membobol gawang mahkota Laras sehingga darah segar langsung keluar dari alat kelaminnya.

“Seketika itu juga aku menangis minta tanggungjawab AP. Selesai melakukannya, AP langsung mencium keningku dan membilang dia tanggungjawab. Dan hari-hari berikutnya kami pun melakukannya setiap kali jumpa. Sampai aku hamil 4 bulan,” kata Laras.




Begitu Laras hamil 4 bulan, AP tetap tidak membawanya ke rumah.  Akhirnya Laras mengadu ke orangtua. Seketika itu juga orangtuanya meminta pertanggungjawaban APi.

Sementara AP  warga Dusun VI Desa Delitua (Kecamatan Namorambe) mengatakan bukan tidak mau bertanggungjawab.

“Tapi gimana saya buat? Duit saya hanya Rp 2 juta. Sedangkan saya masih tanggungan orangtua. Maka itu saya sudah pasrah, bang. Mau gimana pun saya terima saja. Yang jelas saya mau menikah dengan biaya Rp 2 juta.

Di lain sisi, Pairin (49) orangtua Laras mengatakan mana mungkin menerimanya kalau uangnya hanya Rp 2 juta.

“Mana bisa kita buat pesta. Kalau memang orangtunya tidak mau bertanggungjawab dan mempestakan anak saya, maka saya bawa anak saya lapor Polisi,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Namorambe Ipda Hendrik Ginting mengataan sudah menerima laporannya. Karena ada saran orangtua, biar kita tengahi masalah anaknya. Kita menunggu kedua belah pihak untuk berembuk.








Leave a Reply