Lajang Tua Lagi Sendiri Meninggal di Rumah

0
214

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. SIMALINGKAR. Waldemar Kapo als Wal (44) ditemukan tewas dalam posisi terduduk di atas sofa ruang tamu rumahnya di Jl. Kopi Raya No 26  Kelurahan Mangga (Medan Tungtungan) [Sabtu 18/6: sekira 14.00 WIB]. Belum diketahui pasti motif kematian lajang tua ini dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Informasi diperoleh Sora Sirulo di lapangan, selama ini, Wal tinggal sebatang kara di rumahnya. Meski telah lama melajang, korban tidak kunjung menikah. Sementara, ayahnya yang asal Menado telah lama meninggal dunia. Ibunya boru Manurung tinggal bersama anaknya yang lain yang berprofesi sebagai dokter di Jakarta.

perbeca“Memang selama ini Wal jarang keluar rumah karena sakit-sakitan. Dia anak ke empat dari empat bersaudara. Dia paling miskin. Karena 3 kakaknya ada yang jadi dokter, ada juga yang pengusaha. Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Wal sering terlihat menarik betor,” ucap sejumlah warga saat diwawancarai oleh reporter Sora Sirulo.

Jon Sembiring tetangga korban adalah kali pertama yang menemukan Wal telah menjadi mayat. Saat itu, Joni yang kebetulan melintas, mencium aroma busuk yang berasal dari dalam rumah korban. Curiga karena memang Wal telah beberapa hari tidak keluar rumah, Sembiring coba menyelidiki. Alangkah terkejutnya Sembiring, begitu membuka pintu rumah korban. Kenapa tidak, aroma busuk tersebut kian menyengat. Ketika diperhatikan, korban pun ditemukan telah tewas membusuk dalam posisi terduduk di atas sofa. Sementara, kepalanya menyandar di atas meja.

“Beberapa hari ini, korban tidak terlihat keluar rumah. Makanya saya curiga begitu mencium aroma busuk,” kata Sembiring.

Melihat hal itu, sembiring yang memiliki warung persis di depan rumah korban lantas memberitahukan kepada warga sekitar dan kemudian diteruskan kepada Kepling setempat Sayful Ginting. Penemuan mayat ini kemudian diteruskan ke Polsek Delitua. Petugas kepolisian yang mendapat informasi ada penemuan mayat meluncur ke TKP dan kemudian disusul oleh tim Forensik Polresta Medan. Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban kemudian dibawa ke RSU H Adam Malik Medan.




“Korban memang sakit selama ini. Dia bisa dibilang pekerja keras orangnya. Karena setiap hari kerjanya menarik becak. Kalau setahu saya, korban juga pernah kuliah di Menado. Tapi, sampai sekarang belum berumahtangga,” kata Sayful Ginting, Kepling setempat.

Sementara bibi korban, M beru Manurung (50), keluarga paling dekat dengan korban, terlihat menangis histeris begitu mengetahui salah satu anak kakaknya telah meninggal.

“Saya adalah keluarga korban dari mamaknya. Saya sendiri tidak tahu si Wal sudah meninggal. Ada tadi tetangga yang kasih tahu baru saya kemari,” bebernya sambil menangis.

Pantauan Sora Sirulo di lapangan, dalam waktu sekejab, rumah berlantai dua tempat korban ditemukan jadi mayat, langsung dikerumuni warga. Meski harus menutup hidung, sejumlah warga terlihat tetap memadatai halaman rumah korban karena penasaran dengan kematian korban. Menurut perkiraan, korban telah menjadi mayat sekira 5 hari lalu. Soalnya, selain telah dipenuhi belatung, tubuh korban juga telah terlihat membengkak. Di lantai tempat korban tewas juga telah basah bercampur lendir mengeluarkan aroma busuk.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Memang benar kita menemukan mayat di Simalaingkar. Korban meninggal diduga karena sakit dan atas permintaan keluarga, tubuh korban tidak dilakukan visum. Karena menurut pihak keluarga, korban murni tewas aibat penyakit yang dideritanya,” katanya.








Leave a Reply