Kolom M.U. Ginting: SUMBER DUIT

1
164

M.U. Ginting 2Seperti biasanya, soal yang menyangkut duit/ korupsi selalu akan sangat komplikasi. Sangat rumit karena selalu ada yang merumitkan sesuai dengan kebutuhan terhadap duit ditambah lagi dengan kepentingan politik. Untung duit sebanyak mungkin atau untung politik sebanyak mungkin! Itu yang bikin ’rame’ kontradiksinya.

Tetapi, seramai apapun, asalkan jangan berhenti di tengah jalan, kejernihan akan muncul juga, karena satu hal yang sudah pasti ialah bahwa kontradiksi adalah tenaga penggerak perubahan dan perkembangan. Dari sinilah nanti akan muncul pengetahuan baru dan kejernihan baru semua soal yang rumit tadi.

sumber waras 4Harga pasar lahan di Tomang Utara daerah sumber waras rata-rata ketika itu antara Rp 6-7 juta/ m2. DKI belinya dengan harga Rp 20,7 juta/ m2. Bedanya jauh memang, bisa ada mark up! Tetapi, direktur Sumber Waras bilang, harga itu sesuai dengan NJOP (nilai jual objek pajak) ketika itu, yang dibuat oleh kantor pajak setempat sesuai PBB. Lucunya, kalau bisa dibilang lucu, ialah bahwa kantor pajak setempat bisa mengubah NJOP PBB itu.

Menurut pertimbangan aktual di tempat itu, termasuk harga tanah yang tidak sesuai dengan harga pasar di daerah Toang Utara, daerah Sumber Waras.  DKI beli harga yang sesuai dengan pembayaran pajak Sumber Waras ketika itu. Itu pulalah yang dipertahankan oleh direktur Sumber Waras. Uangnya dibayar lewat rekening DKI ke Rekening Sumber Waras, sudah lunas.

Kejujuran memang satu-satunya yang bikin persoalan jadi sederhana. Tetapi kejujuran tak ada kalau soalnya duit dan kekuasaan. Greed and Power berlaku di sini he he he . . . Kok bisa tak ada kejujuran di dunia ini dalam soal itu, ya?








1 COMMENT

  1. Tetapi kejujuran tak ada kalau soalnya duit dan kekuasaan. Greed and Power berlaku di sini he he he . . . Kok bisa tak ada kejujuran di dunia ini dalam soal itu, ya?

    Dalam soal duit terjadi juga ada kejujuran, begitu juga dalam soal kekuasaan. Tetapi kalau soalnya duit dan kekuasaan, belum pernah terjadi ada kejujuran. Betulkah begitu? Semua bisa meneliti dari pengalamannya sendiri.

    Dan memang ada contoh banyak di dunia. Kekuasaan Soekarno yang bisa dikatakan semata-mata soal kekuasaan dalam menegakkan nation RI, ada kejujuran. Kekuasaan Soeharto yang tak lepas dari duit, tak ada kejujuran lagi. Neolib sudah masuk, dan neolib adalah soal duit. Freeport misalnya.

    Kekuasaan Jokowi bisa dikatakan adalah tempat terakhir kekuasaan duit neolib di Indonesia. Kekuasaan duit ini sedang bikin rontaan terakhir di Indonesia. Bikin penyusupan ke jantung kekuasaan menurut pengamat politik Ray Rangkuti. Betul memang karena Nawa Cita dan Trisakti yang diterapkan Jokowi bertentangan dengan neolib, tetapi sesuai dengan UU RI.

    Selama duit ini berada diluar kekuasaan, selama itu kekuasaan akan jujur. Karena itu harus waspada selalu sikap neolib ini. Freeport adalah benteng sisa neolib, dan sudah banyak cara mereka bikin untuk memperpanjang kontrak Freeport seperti lobi dir Freeport ke gub Papua, lobi dubes AS ke Papua, dan juga usaha mendesak atau menakut-nakuti kekuasaan lewat teror Thamrin supaya cepat berunding menyelamatkan Freeport.

    Tetapi Jokowi malah bilang tak perlu takut sama teroris, karena menakut-nakuti itulah tujuan mereka katanya. JK juga bilang sehabis teror Thamrin kalau teror itu tak ada kaitannya dengan agama islam. Kata-kata Jokowi dan JK berkumandang juga di Eropah dan mengubah pandangan orang banyak soal terorisme. Bahkan Paus Fransiskus bilang kalau terorisme adalah soal dagang senjata, dimana pedagang ini kasih makan keluarganya dengan duit berlumuran darah, kata Paus Fransiskus.

    Dunia teror berubah taktik setelah itu, namanya pun diganti jadi ‘neo terorisme’ diucapkan oleh polri dalam kasus Siyono, atau ‘extremisme kekerasan’ diucapkan oleh Ban Ki Moon di Jeneva persis setelah teror Thamrin.
    Usaha terorisme memecah belah Eropah dengan gelombang pengungsi karena diperangi teror ISIS di Arab/Afrika malah menghasilkan Brexit yang menjadi pukulan besar bagi usaha neolib memindahkan kekuasaan nation-nation eropah ke super power UE yang pada pokoknya adalah kekuasaan bankir besar rentenir neolib. Kemenangan Brexit adalah kemenangan orang-orang yang jauh dari kekuasaan di Inggris, melawan orang-orang elit yang berada didalam kekuasaan finans neolib. Kesombongan orang-orang elit ini sangat dirasakan oleh orang-orang biasa rakyat banyak yang memang oleh orang-orang penguasa sama sekali tak pernah dihiraukan nasibnya. Orang-orang elit ini hanya berlomba mengejar duit dan kekuasaan. Situasi ini menambah percepatan meningkatnya kesedaran nasional dikalangan orang-orang Inggris. Desakan pengungsi yang tak pernah bisa dikontrol oleh Inggris karena yang menentukan adalah kekuasaan UE dari Brussel. Dua situasi yang mendesak ini telah bikin kemenangan Brexit yang katanya ‘tak terduga’ itu. Siapakah yang tak menduga? Sampai tgl 22 Juni polling masih menunjukkan 55% pro UE kontra 45% brexit. Tiba-tiba esok harinya hasil pemilihan menunjukkan sebaliknya.

    Gerakan nasionalisme Eropah bukan ‘tak terduga’. Sama sekali tidak! Gerakan nasionalisme Eropah adalah perkembangan sejarah! Kepentingan nasional atau kepentingan internasional ‘global hegemony’ finans besar neolib. Gerakan itu adalah gambaran kontradiksi pokok dunia sekarang.

    MUG

Leave a Reply