Kolom Matius Barus: Tegaskan KBB

0
232

matius barusSaya sering membaca beberapa Website tentang diskusi dan polemik sekitar Karo Bukan Batak, tapi yang aneh adalah penolakan terbesar datang dari teman kita Batak (Batak Toba). Mereka, sangat bersikeras bahwa Karo adalah Batak. Ada apa ini? Mengapa mereka sangat marah jika Karo Bukan Batak?

Saya kembali berpikir, ibarat seorang gadis yang menolak cinta seorang pemuda tapi pemudanya tetap memaksa untuk memilikinya. Aneh bukan?

padung 5
Seorang gadis Karo dengan perhiasan telinga dari perak (disebut padung) dan menenteng ceret bambu bertutup kyu. Kedua benda ini adalah sanga khas Karo yang tidak didapati di suku-suku tetangganya, termasuk Batak maupun Melayu.

Suku Karo sudah sangat jelas mengatakan bahwa mereka Karo Bukan Batak (KBB). Tapi, tetap saja Suku Batak mengatakan tidak. Mereka sangat ngotot mengatakan bahwa Karo adalah Sub-suku Batak.

Setelah saya berpikir, mungkin, kalau orang-orang melihat keindahan Taneh Karo, Suku Batak bisa saja mengatakan “itu Tano Batak Karo”. Jikalau orang melihat kecantikan putri-putri Karo, Batak bisa mengatakan itu “wanita Batak Karo “.

Perang Sunggal yang sangat dahsyat, jelas-jelas perang orang Karo. Tapi, dibilang perang “Batak”. Memang, itu bisa dibilang ulah Belanda juga karena mereka menyebutnya dengan “Batak Orloog” (Perang Batak) walaupun oang-orang Karo mengenangnya sebagai Perang Sunggal atau Perang Tanduk Benua.

Yang lebih parah lagi, Kota Medan pendirinya adalah orang “Batak” Karo, katanya pula.




Ini sama seperti ketika saya mau makan BPK (Babi Panggang Karo) di Jakarta atau tepatnya di Senen. Saya baca dari luar terpampang tulisan “BPK Padang Bulan”. Saya masuk. Begitu tiba di dalam, eh ternyata “mereka” juga. Saya kecewa, langsung hilang lapar saya.

Jadi, untuk teman-teman, marilah kita mulai dari sekarang untuk dengan tegas mengatakan “KARO BUKAN BATAK”.

Bagi sesama orang Karo yang tidak setuju, mari kita perdebatkan. Berdebat, justru mencari penyelesaian yang sebaik-baiknya.

Mejuah-juah




Leave a Reply