Kolom M.U. Ginting: Brexit dan Arah Perkembangan Dunia

2
156

M.U. GintingYang skeptis terhadap Uni Eropah umumnya adalah negara-negara Eropah yang kaya. Sebalinya yang mau terus dengan Uni Eropah adalah seperti Portugis, Spanyol, Yunani, dan negara-negara miskin Eropah Barat, yang tadinya sangat banyak dapat duit dari negara bagus ekonominya seperti dari Swedia. Penduduk Swedia sangat merasakan bagaimana bantuan itu menurunkan ekonomi sehari-hari mereka dalam membantu negara-negara miskin Eropah itu.

Kemudian masuklah negara-negara Eropah Timur, yang memang miskin. Bagi kapitalis-kapitalis baru negara ex komunis ini sangat diuntungkan oleh Uni Eropah. Mereka mengembangkan kapitalnya dengan bantuan penuh dari kapitalis Barat. Di kalangan rakyat banyak masih sama saja, bedanya hanya bahwa orang-orang ini bebas masuk ke Barat untuk mengemis.

Bahwa Uni Eropah akan mengecil dan akan menuju lenyapnya, adalah kenyataan arah perubahan dan perkembangan sejarah. Gerakan nasionalis dunia dan yang sangat mengegerkan justru di Eropah, adalah arus sejarah yang luar biasa, sebanding dengan gerakan kemerdekaan negeri terjajah Asia-Afrika pada abad lalu.

Tetapi, kita akan melihat gerakan exit semakin semarak dari negara-negara Eropah Barat yang kaya itu. Kita akan melihat juga ’masa depan’ Uni Eropah yang terdiri dari brexit 1mayoritas negara ex komunis Eropah Timur. Satu fenomena menarik ialah, negara-negara ini menolak pengungsi multikulti dari dunia lain terutama dari negeri Islam. Ini sangat bertentangan dengan politik multikulti komunis lama atau orang kiri lama itu. Tetapi gerakan nasionalis di negeri-negeri ini juga semakin bersemarak, walaupun sekarang masih dalam bentuk ’fasis’ kata sebagian orang, karena mereka masih dalam tingkat perkembangannya dan penyesuaiannya dengan dunia lain setelah keluar dari keterkungkungan komunis selama ini. 

Eropah Barat yang masih di UE ’terpaksa’ jadi tempat penampungan multikulti sampai satu waktu rakyatnya sendiri akan muak dan menolak total multikulti itu. Tanda-tanda kemuakan ini sudah terlihat sekarang juga, tetapi di bawah kekuasaan ’kiri’ lama itu, persoalan ini selalu diantisipasi dengan semboyan-semboyan kiri lama, kemanusiaan, dsb.

Gerakan multikulti sejak semula adalah rekayasa dari gerakan kiri dunia (multikulturalisme) dan yang sekarang jadi thema utama tetapi tersembunyi dari gerakan ’global hegemony’ neolib kapital besar global. Gerakan multikulti ini bermaksud sebagai gerakan pecah belah dan adu domba mempertentangkan dengan gerakan nasionalis/ kultural yang sedang menjadi trend nasional dunia.




Terorisme termasuk sebagai alat penting dalam strategi ini. Selain untuk menakut-nakuti penguasa dan rakyat, juga berfungsi mengadu domba, dari segi agama Islam. Dalam mencapai global hegemony itu, seorang profesor AS Chossudovsky bilang:

“The so-called war on terrorism is a front to propagate America ’s global hegemony and create a New World Order. Terrorism is made in USA, The global war on terrorism is a fabrication, a big lie.”  

Brexit 2Bahwa di Eropah Barat yang kaya itu sudah lama di bawah kendali neolib lewat kapitalnya dan lewat kekuasaan ‘kiri’ atau ‘sosial demokrat’ tak begitu terlihat oleh publik. Yang terlihat dan dirasakan ialah gerakan nasionalisnya itu, yaitu dengan munculnya partai-partai nasionalis yang semakin membesar dan umumnya sudah menjadi partai ke 3 besar.

Inilah arah pergolakan sejarah kemanusiaan atau kontradiksi kemanusiaan yang sedang semarak di seluruh dunia. Pada abad lalu gerakan ini belum begitu jadi perhatian di Eropah Barat. Dengan kemenangan Brexit kemarin itu, semakin banyak yang menyedari bahwa pergolakan ini adalah pergolakan yang ada kaitannya dengan perubahan perkembangan sejarah manusia, menggambarkan kontradiksi dan dialektika perubahan sosial kemasyarakatan. Di Eropah sebagai efek domino Brexit.

Mari ikuti gerakan besar nasional/ kultural rakyat-rakyat dunia! 

Sangat menarik dan pembelajaran besar. 








2 COMMENTS

  1. ”Terimakasih Kila, atas ulasannya yang selalu tajam dan menarik hati dan pikiran..”

    Wow . . .
    terima kasih Ita sudah menambah semangat dan inspirasi untuk cari yang lebih ’tajam’ lagi hehehe.

    Kemarin Senin 4 Juli, Nigel Farage mengumumkan pengunduran dirinya dari ketua partai UKIP, partai yang memenangkan Brexit. Alasannya terutama secara pribadi, katanya dia sudah berhasil mengembalikan Inggris kepangkuan orang Inggris dari penguasa UE, dan saya sendiri mau kembali ke kehidupan saya katanya. Cita-citanya katanya hanya itu saja, dan selebihnya menyerahkan kepada yang lain untuk memimpin UKIP yang sudah jadi parti nr 3 di Inggris itu. Dia juga mengatakan bahwa kita masih akan menyaksikan negeri terakhir yang keluar dari UE. Ini tentu mengingat efek domino Brexit itu.

    Perkembangan partai-partai nasional ini sama dengan nation-nation lainnya di Eropah, partai nasionalis ini sudah jadi partai nr 3 besarnya di tiap negeri. Perubahan ini memang luar biasa, tak ada yang menduga sama sekali, terutama dari golongan penentang gerakan nasional ini. Abad lalu gerakan ini masih disamakan dengan gerakan nazi (nasional) Jerman Hitler, tetapi abad 21 pikiran menyamakan ini sudah hilang atau tak berani lagi keluar didepan publik, terlalu menyolok dan ’berbahaya’ bagi penentang kepentingan nasional tiap nation.

    Yang sangat menarik dari kelakuan penentang nasionalisme ini ialah mereka ini tak berani terbuka dan terus terang, tak berani mengatakan diatas meja pendapat dari dua belah pihak. Ketika Farage diejek di Parlemen Inggris, di Tv-kan dan disiarkan ke seluruh dunia dan dirilis oleh semua TV Eropah hanya sindiran orang itu, tetapi tak pernah ditunjukkan apa jawaban dari Farage sendiri. Kenapa mereka takut? Semua orang waras dari semua negeri tentu tau jawabannya. TAKUT DITELANJANGI! Kira-kira sama dengan pengertian terorisme di Eropah, tak ada yang tahu bahwa terorisme adalah buatan AS global hegemony world power neolib. Itulah peranan masiif media berkuasa di Eropah, masih bisa membentuk opini umum yang sesuai dengan kehendak ’global hegemony’ neolib ini. Begitu juga apa jawaban Farage ketika diejek itu tak ada yang tahu. Pemerintahan ’kiri’ di Eropah juga adalah buatan pemerakarsa kiri dunia. Apa itu gerakan ’kiri’ dunia bisa diketahui lengkap dari tulisan prof Kevin MacDonald dalam Trilogynya. Salah satu yang berlaku juga dalam hal ini (imigrasi) ialah ”they are welcome but they should not be able to remake society in their own image”, kata MacDonald. Ini berlaku bagi tiap pendatang ke daerah lain atau nation lain. Ini sangat tak disukai oleh penentang Brexit, dan secaran daerah soal ini berlaku juga bagi daerah Karo di Indonesia! Frank Salter malah bilang ’open border immoral’.

    Mengapa hal ini (menyiarkan pendapat sepihak saja) tak terjadi di Indonesia?
    Manusia Indonesia pada dasarnya adalah manusia jujur, sesuai dengan tradisi dan kultur tua negeri ini¸ sangat percaya akan kejujuran, keterus terangan dan keterbukaan. Manusia Indonesia percaya sungguh kalau tak berani membuka berarti ada yang digelapkan. Kalau tak berani taruh diatas meja berarti beraninya hanya dibawah meja, dan manusia Indonesia tak percaya sama orang gelap atau orang dibawah meja. Orang-orang ini dicurigai biar apapun alasannya selain terus terang diatas meja. Orang Indonesia percaya dari pengalamannya juga bahwa pendapat dari banyak sudut pandang akan lebih mendekati kebenaran daripada hanya dari satu segi saja. Orang Indonesia percaya bahwa pendapat orang yang bertentangan juga akan memberikan pencerahan sebaliknya dan dengan begitu bisa diadu kebenarannya didepan publik. Kemungkinan yang akan lahir tak lain ialah solusi yang lebih mendekati KEBENARAN, karena ditinjau dari banyak segi, bukan hanya dari satu segi saja.

    Belakangan banya diskusi dan debat soal Brexit di Eropah, di TV maupun di koran-koran. Apa yang sangat menarik untuk diperhatikan ialah bahwa diskusi/dialog ini hanya ’bersih’ dikalangan penentang Brexit, tak ada seorangpun yang diundang dari pro Brexit untuk ikut bicara. Sungguh menarik memang melihat kelakuan begini sangat merata di Eropah diantara penentang Brexit itu. Jelas ini kalau menurut pandangan orang Indonesia sangat berat sebelah, karena kebenaran atau kalau ingin mendekati kebenaran haruslah ditinjau dair banyak segi pandang, atau terutama harus di ikutkan sudut pandang yang berkebalikan, karena dari situlah lebih besar kemungkinan mendekati kebenaran. Kalau hanya sepihak itu namanya kebenaran sepihak. Siapa yang butuh kebenaran sepihak? Ya itu orang-orang anti Brexit pro kapital besar bankir besar rentenir internasional neolib. Orang-orang ini hanya mau menyiarkan dan meluaskan berita sepihak! Dan ini sudah mereka lakukan lebih dari satu abad.
    Indonesia lain, meninjau dari semua segi dan terutama dari yang bertentangan!

    MUG

Leave a Reply