Kolom M.U. Ginting: Wawasan, Visi, dan Pengorbanan

0
131

M.U. GintingBagus sekali uraian tentang Karo dari Kolom Juara R. Ginting yang berjudul Positive Thinking Tentang Karo. Bagus karena berdasarkan kenyataan dan perjuangan konkret di lapangan; di dalam negeri maupun di luar negeri (Eropah). Secara teori sangat sesuai dengan ethnic revival atau cultural revival dunia, mulai sejak akhir abad lalu terus ke Abad 21 sekarang.

Perkembangan ethnic/ cultural revival ini adalah trend perubahan dan perkembangan dunia yang tak terelakkan, bukan perbuatan dan kehendak manusia per orangan. Cultural revival dunia adalah tendensi kultural yang tumbuh dan akan terus semakin menyala.

Juara R. Ginting 2
Juara R. Ginting menyanyikan kisah BEIDAR NANDENA (Karya Ita Apulina Tarigan) bersama Kristi Pagit Tarigan di Pasar Malam PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Utrecht, Nederland, dengan iringan musik tradisional Karo yang dimainkan oleh Dr. Clara Brakel, Kinok Surbakti dan beberapa mahasiswa Karo di Belanda.

Gerakan nasionalisme di Eropah seperti Brexit adalah pernyataan cultural revival itu. Munculnya partai-partai nasional-cultural di semua negeri Eropah Barat dan yang sekarang sudah menjadi partai ke 3 di banyak negeri, dan kemenangan Brexit barusan saja, adalah pertanda yang meyakinkan arus besar perubahan dan perkembangan itu. Karo dan KBB (Karo Bukan Batak, red.) adalah contoh konkret yang tak ada bandingannya di Indonesia dalam soal ethnic/ cultural/ nation revival dunia itu.

Perlu ’wawasan yang luas dan visi’, kata Juara R. Ginting, dalam perjuangan mencapai cita-cita cultural revival, dan sudah banyak diusahakan oleh para aktivis Karo, putra putri berpikiran maju, intelektual dan akademisi serta terutama golongan muda Karo selama ini. Kita sangat bersyukur. 

Ada satu lagi yang perlu kata Juara R. Ginting; PENGORBANAN.

Pengorbanan memang sangat terasa sekali kehadirannya dalam perjuangan kultural itu. Yang sudah pernah berkorban pasti bisa merasakan bagaiman pentingnya pengorbanan itu. Bagi orang Karo yang introvert itu, mengorbankan secara materi sangat gampang, tetapi pengorbanan secara perasaan . . . .  tidak selalu diterima.




Tetapi, ada perubahan dan perkembangan positif yaitu orang Karo sudah banyak bikin perubahan, juga dalam ’mengatur’ perasaannya sendiri! Ini yang sering dilukiskan dengan pergeseran batas introversi-extroversi ke yang lebih extrovert. Orang Karo bisa dan lebih gampang karena kegampangan bikin analisa luas dan mendalam tertanam dan tersirat dalam introversion itu sendiri.

Sudah banyak nama-nama orang Karo yang berkorban untuk MENGKAROKAN KARO. Jangan lupa mencatat salah satu nama: Juara R. Ginting.

Bujur ras salam mejuah-juah.








Leave a Reply