Sakau, Istri Tetangga Ditebas Parang dan Potong Jari Ibunya Sendiri

2
187

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Warga Lingkungan 3 Gg. Madrasah, Kelurahan Delitua (Kecamatan Delitua) mendadak geger kemarin [Minggu 3/7]mndengar jeritan minta tolong. Kontan saja seluruh penghuni rumah berlarian ke arah asal suara. Ternyata, yang berteriak itu adalah Megawati (34), seorang warga yang telah tersungkur di lantai teras rumah tetangganya.

Setelah diselidiki, ternyata kepala Megawati baru saja ditebas dengan sebilah parang oleh Handoko, anak tetangganya. Handoko sendiri, begitu melukai korban, langsung kabur.

Informasi diperoleh Sora Sirulo, Megawati diketahui hendak belanja tauge di salah satu warung. Namun, karena taugenya tidak ada, dia memetik tauge yang tumbuh di depan rumah Handoko. Sementara saat itu, Handoko sedang mencuci pakaian di kamar mandi. Belum juga selesai mencuci, Handoko pun keluar dari kamar mandi lalu meminta pewangi pakaian kepda Wagiem (64) ibunya.

sakau
Wagiem, ibu pelaku, terbaring di rumah sakit.

Lantas, begitu selesai mencuci, Handoko pun pergi ke samping rumah untuk menjemur pakaianya. Ketika itu, ia melihat Megawati sedang mengambil sesuatu dari pekarangan rumahnya. Selanjutnya, Handoko masuk ke dalam rumah lalu mengambil sebilah parang bergagang besi sepanjang 40 cm. Megawati lalu dihampiri. Tanpa banyak basa basi, Handoko langsung mengarahkan parangnya ke arah kepala bagian kanan dan leher sebelah kanan korban.

Mengetahui Megawati bakal dihujani bacokan, Wagiem berupaya melerai perbuatan keji anaknya tersebut. Sehingga Waginem pun ikut terkena sabetan parang.

“Kalau sempat tadi tidak dihalang-halangi, saya rasa tewaslah Megawati dibantai Hndoko. Untung saja dihalangi, sehingga ibu pelaku harus rela jari tengahnya putus akibat ditebas Handoko,” tegas Nizar salah satu saksi mata.

Menurut Kepala Lingkungan 3 Gg. Madrasah Kelurahan Delitua (Kecamatan Delitua) Sukardi alias Bolang (48) ketika dikonfirmasi, dia tidak tahu apa penyebabnya. Hanya saja, pelaku sudah setahun ini diberhentikan dari kerjanya di percetakan di Medan.

“Sebelumnya, pelaku kerap memakai narkoba jenis sabu,” sebutnya.




Setelah berhenti bekerja, pelaku langsung diawasi oleh abangnya, agar jangan memakai narkoba lagi. Walau pun diawasi abangnya tetapi pelaku menurut informasi selalu juga memakainya. Karena sakaulah mungkin pelaku berani menghajar korban dan ibu kandungnya sendiri. Sebab kalau dia memakai sabu, siapa pun yang melihatnya selalu ditantangnya berduel. Asal kita lihat dia, selalu ditantang duel.

“Megawati sekarang berada di rumah sakit mendapatkan 45 jahitan di kepala. Sementara Wagiem menderita putus jari tengah sebelah kanan,” tegas Bolang.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan mengatakn, korban sudah dibawa ke rumah sakit.

“Pelaku sampai saat ini masih kita kejar. Barang bukti yang kita amankan sebilah parang bergagang besi yang dipergunakan pelaku untuk menghajar korban,” kata Kanit.








2 COMMENTS

  1. Ada juga berita hangat di FB dimana seorang cucu menyiksa neneknya. Kalau dalam keadaan normal tanpa pengaruh sabu/narkoba tentu berita ini sangat tidak masuk akal. Tetapi dalam keadaan 5 juta pecandu narkoba di negeri ini, dan setiap hari mati 40-50 orang karena sabu/narkoba ini. tentu tak heran lagi kalau kejadian siksaan atau potong leher orang tuanya atau neneknya adalah ‘patut’ karena orang kena sabu ini sudah tak mengerti apakah dia motong leher orang atau leher tikus. Kalau kejadian begini terjadi 40-50 kali tiap hari, kan juga tak mengherankan, artinya mungkin saja. Seperti kejadian di Delitua ini, tebas leher orang dan tebas jari ibunyaa sendiri . . . kan masuk akal kalau sudah kena narkoba.
    Karena itu presiden Filipina Duterte suruh rakyat bunuh penjahat narkoba, dan juga suruh bunuh pencandu narkoba. Yang kedua ini memang kontraversial, karena orang ini juga tak mengerti dia membunuh atau dibunuh. Tetapi bagi gembong narkoba orang ini juga penting untuk bantu peredaran. itulah dua seginya, sama-sama tajam.

    MUG

  2. Pengaruh sabu itu bikin orang suka menantang, terliha dari pengalaman ini. Menantang atau bunuh orang mana ngerti lagi orang ini apa bedanya. Itulah narkoba. Untunglah tak ada yang korban jiwa, kalau ada bearti masuk diantara 40-50 orang mati setiap hari di negeri ini akibat narkoba. Darurat narkoba memang serius. Narkoba adalah salah satu diantara 3 senjata utama neolib (strategi orang luar menguasai Indonesia). Dua lainnya ialah terorisme dan korupsi.

    MUG

Leave a Reply