Sehari di Tana Toraja

0
198
toraja 4
Penulis (tengah) bersama 2 rekan dari Surabaya.

ITA APULINA TARIGAN. TANA TORAJA. Persiapan upacara pemakaman di Tallunglipu (Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara) kelihatan sedang sibuk. Di bagian dalam desa, tengah berlangsung upacara pemakaman [Sabtu 9/7]. Sementara di bahagian luar ada keluarga lain sedang mempersiapkan upacara pemakaman yang akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 Juli nanti.

Di depan tongkonan (rumah adat), beberapa pondok untuk menerima tamu tengah dibangun. Di bagian lain, terlihat sekelompok pria tengah menyabung ayam dengan serunya. Ketika sabung ayam selesai, mereka akhirnya menyembelih ayam dan mulai memanggang. Berbagai jenis panganan mereka siapkan untuk keluarga dan tetangga yang tengah bekerja.

Tiba-tiba, seorang lelaki tua datang membawa 2 goni plastik dengan sepeda motor. Katanya, dia membawa kiriman daging kerbau dan babi dari keluarga yang tengah Toraja 3mengadakan upacara pemakaman. Beberapa pemuda segera menyiapkan api dan bambu. Bambu dipotong sedemikian rupa dipersiapkan untuk memasak daging kerbau dan babi.

Seorang ibu membawa bumbu, daging kerbau dan babi diracik. Pelan-pelan campuran daging dan bumbu meluncur ke dalam tabung bambu, dan mereka mulai memanggang. Wangi harum menguar ke mana-mana. Anak-anak berlari gembira. Kopi mengalir tanpa henti. Dari ujung jalan terlihat seorang ibu membawa seikat daun bambu dan meletakkannya di bawah lumbung padi. Dengan hati-hati dia melap daun untuk membuat pokkon, penganan dari beras yang dibungkus dengan daun bambu.

Semua kesibukan mereka terlihat jelas dari tempat duduk kami, di bawah sebuah lumbung tua. Seorang ibu muda menghampiri menawari kami kopi. Sayang sekali, karena kami hendak bergegas ke tempat lain, harus kami tolak tawaran itu. Pukul 12.00, pelan-pelan mobil kami menghampiri. Kami melambai mengucapkan selamat tinggal.








Leave a Reply