Penutupan Bandara Malang Diperpanjang. Upacara Kasada Tetap Dilangsungkan di Gg. Bromo

0
305

jebta 3JEBTA B. SITEPU. MALANG. Penutupan Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang (Jawa Timur) diperpanjang oleh otoritas Bandara karena sebaran abu vulkanik Gunung Bromo membahayakan penerbangan.

Bandara Malang ditutup lagi sejak kemarin [Sabtu 16/7: Pukul 08:46 WIB] hingga hari ini [Minggu 17/7: Pukul 09.00 WIB]. Dengan demikian. 10 penerbangan ke Bandara Malang dan dari Malang tidak dapat beroperasi.

KasadaAdanya angin ke arah Barat Daya hingga ke Utara menyebabkan sebaran abu vulkanik Gunung Bromo menyebar ke arah Malang dan berisiko tinggi untuk keselamatan penerbangan sipil. Kondisi Bandara Malang yang dekat dengan Gunungapi Bromo, Semeru, Raung dan lainnya memang berisiko tinggi terkena dampak erupsi gunung-gunung api ini.

Aktivitas vulkanik Gunung Bromo [Sabtu 16/7] berdasarkan pengamatan PVMBG terlihat asap kawah teramati putih, kelabu, kecoklatan, sedang-tebal. Tekanan lemah-kuat, dan tinggi asap berkisar 200-900 meter dari puncak kawah ke arah Barat daya-utara. Terdengar suara gemuruh lemah-kuat. Teramati sinar api. Tremor menerus dengan aplitudo maksimum dominan 2 mm.




“Status tetap Waspada (Level II). Aktivitas vulkanik masih labil, diperkirakan masih akan terus erupsi dalam beberapa hari ke depan. Dalam status Waspada masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah Gunung Bromo,” kata Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan.

Namun demikian, masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo tetap akan melakukan perayaan Kasada. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Probolinggo pada puncak upacara ritual Yadnya Kasada Bromo 2016 jatuh pada 20 Juli – 21 Juli 2016. Ada 10 kesepakatan bersama antara para pemangku kepentingan saat Yandnya Kasada agar aman mengingat Gunung Bromo masih erupsi.








Leave a Reply