320 Siswa Diterima di SMA Negeri 1 Berastagi

1
957

natanael milalaNATANAEL MILALA. BERASTAGI. Pengumuman penerimaan murid baru Tahun Ajaran 2016-2017 ke sebuah sekolah favorit di Kabupaten Karo, SMA Negeri 1 Berastagi, berlangsung tertib kemarin dulu [Selasa 19/7]. Wajah-wajah penuh senyum bagi yang berhasil masuk dan berbanding terbalik bagi yang belum berhasil masuk. Wajah sendu bahkan ada yang sampai meneteskan air mata bagi yang blum berhasil masuk.

Dalam pantauan Sora Sirulo, acara pengumuman penerimaan murid baru tahun ini berlangsung tertib dan terkendali.

“Tahun ini ditetapkan jumlah penerimaan siswa baru sebanyak 320 siswa untuk 10 ruang kelas, masing masing 32 siswa tiap kelasnya,” tutur Deni Tarigan selaku Ketua Penerimaan Murid Baru kepada Sora Sirulo memperinci jumlah kelas berbanding jumlah murid yang diterima.

sman 1 berastagi 1Banyak calon siswa maupun orangtua calon siswa yang kecewa karena gagal masuk sehubungan dengan nilai yang kurang memadai untuk masuk ke sekolah favorit ini. Ratusan orangtua siswa yang anaknya tidak berhasil mendesak pihak sekolah agar anak-anaknya bisa diterima dan menyediakan tempat bagi anaknya.

“Sebenarnya penerimaan siswa baru sebanyak 320 siswa untuk 10 ruang kelas, namun karena desakan orangtua calon siswa kita bawa dalam rapat dengan orangtua calon siswa. Bahkan dengan melakukan swadaya dalam pembuatan gedung pun mereka setuju demi ketersediaan kursi bagi anak-anaknya,” sambung Ketua Komite Sekolah, Torison Ginting.

Hal senada disampaikan Bendahara Komite Herti Delima.

“Permintaan orangtua yang telah mengadakan rapat dengan pihak komite akan dibawa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Karo. Hasil forum harus kita sampaikan sekalipun itu adalah desakan orangtua calon siswa,” kata Herti.

“Selaku pihak komite dengan tegas menyampaikan tidak ada alasan tidak sekolah bagi anak-anak kami. Jangan gara-gara tidak diterima di sekolah ini anak kita menolak untuk bersekolah,” tambah Herti dengan semangat.




Sementara itu, Kepala Sekolah Alberto Colia tidak berada di sekolah. Menurut salah satu stafnya, Kepsek sedang melakukan Diklat ke Kota Bandung. Salah satu orang tua calon siswa Malem br Surbakti warga Simpang Ujung Aji mengatakan, ia sangat berharap anaknya dapat sekolah di SMA Negeri 1 Berastagi ini.

“Kalau anak saya dapat diterima di sekolah ini, kami pihak orangtua bekerjasama membantu pembangunan ruang kelas,” kata Malem br Surbakti.

Ungkapan yang sama disampaikan Amri Kesoema salah satu warga Berastagi yang juga orangtua salah satu calon siswa.

“Saya berterimakasih kepada pihak sekolah dan Komite Sekolah yang telah memberikan peluang kepada anak kami. Ini murni permintaan kami orangtua calon siswa yang sepakat membantu pembangunan tidak ada unsur paksaan,” katanya berharap.








1 COMMENT

  1. Betul sekali pikiran dan usul orang-orang tua yang anaknya tak dapat tempat karena angkanya kurang memuaskan. Tetapi semangat belajar dengan dorongan dan ikut sertanya orang tua adalah satu fenomena baru luar biasa sesuai juga dengan pemikiran baru menteri pendidikan Baswdan. Tambah bangku sekolah dan ruangan sekolah! Ini terutama penting bagi Karo dan daerahnya!
    MOS tak perlu lagi, tetapi partisipasi orang tua!
    MUG

    MUG

Leave a Reply