Kolom M.U. Ginting: KEPENTINGAN NASIONAL

0
160

M.U. GintingAda yang bilang kalau digoyang terus maka kursi yang kuatpun bisa roboh juga akhirnya. Tetapi ini kayaknya tidak berlaku bagi Bu Risma. Memang betul Bu Risma, karena Ahok sudah bagus membangun Jakarta, Bu Risma bagus membangun Surabaya. Pembangunan yang bagus dan berguna bagi kehidupan rakyat Surabaya dan Jakarta, itulah yang terpenting bagi  perjuangan kepentingan nasional yang juga mestinya jadi patokan bagi partai nasionalis seperti PDIP.

Semangat dan nafsu mengalahkan Ahok serta menyingkirkan Ahok dari tugas kepentingan rakyat Jakarta yang sudah bagus dia laksanakan selama ini, bisa menjadi bumerang yang fatal bagi PDIP sebagai partai nasionalis atau setidaknya masih mengaku partai nasionalis.

“Enggak kepingin aku, enggak kepingin aku kalau aku pribadi enggak ingin,” kata Risma menjawab pertanyaan soal dirinya mau jadi Calon Gubernur DKI bersaing dengan Ahok dalam Pilgub 2017 nanti. Jelas secara pribadi Rismaharini tidak ingin menyingkirkan Ahok, ’kalau aku pribadi’ katanya. Jadi masih bisa kalau memang ’setia partai’ dan ’tunduk’ pimpinan partai. Tanda kesetiaan ini dimaksudkan juga dalam ’mekanisme partai’.

nasional 2Kalau mengikuti mekanisme ini, Risma masih bisa jadi calon utama PDIP menandingi Ahok, karena kenyataan PDIP masih belum mendapatkan calon yang ’serek’ ala PDIP menurut ’kwalitas’ pikiran yang ada atau yang berdominasi sekarang dilingkungan intern PDIP yaitu menyingkirkan Ahok dari kursi gubernur karena tak mau lewat partai (PDIP) dan menggantikannya dengan calon partai sesuai dengan mekanisme partai.

Kalau Risma maju juga karena mengikuti mekanisme partai itu, dan kalau gagal mengalahkan Ahok, berarti juga adalah kehancuran cita-cita dan keinginan pribadi Risma yang bercita-cita membangun Surabaya seperti yang sudah dilakukannya selama ini. Bagi PDIP sendiri akan merupakan kegagalan yang bakal susah  diperbaiki atau dimaafkan oleh massa publik, karena dengan semangat dan cita-cita menyingkirkan Ahok yang sudah bagus bekerja mementingkan kepentingan nasional di Jakarta, dan mempertaruhkan nasib Risma demi kepentingan mekanisme partai, meminta meninggalkan tugasnya yang dia sudah laksanakseccara baik di Surabaya.




Tetapi untungnya atau dinamikanya ialah bahwa sudah lahir dan akan lahir lebih banyak lagi partai-partai atau berbagai organisasi yang betul-betul mengutamakan kepentingan nasional dalam prinsip perpolitikannya. Perubahan ini adalah arus yang kompatibel dengan arus perubahan nation-nation dunia dalam membikin pilihan: Kepentingan nasional atau kepentingan internasional ’global hehemony’.

Fenomena ini semakin terlihat di partai-partai lain selain PDIP, misalnya Nasdem.

Nasdem sudah menyatakan mendukung Ahok tanpa syarat, justru karena Ahok sudah bekerja penuh demi kepentingan nasional membangun Jakarta dan berusaha keras meningkatkan kesejahteraan penduduk Jakarta. Dalam hal ini, sudah banyak buktinya dalam kenyataan konkret, seperti kebersihan Sungai Ciliwung dan banyak sungai lain di Jakarta, pembangunan rumah-rumah menggantikan rumah-rumah kumuh tepi sungai-sungai Jakarta, dsb.  

Maju terus Indonesia dalam perjuangan kepentingan nasionalnya. Bangunlah organisasi atau partai yang mementingkan kepentingan nasional.




Leave a Reply