Diajak Beli Baju, Bocah 14 Tahun Diperkosa Pemilik Rumah Kontrakan

0
214

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Dalam kondisi trauma, sebut saja namanya Indah (14), warga Pasar 3 Mariendal (Kecamatan Patumbak didampingi keluarganya mendatangi Polsek Delitua [Jumat 22/7: Siang]. Indah mengaku jadi korban pemerkosaan oleh Sawaludin alias Sawal alias Pak Fauzi (40), pemilik rumah kontrakan tempat ibunya, Melati (39), dan ayah tirinya marga Harefa tinggal.

“Aku diperoksa di dalam hotel Hawai Padangbulan, Pak. Awalnya aku diajak beli baju,” kata gadis belia keturunan Nias ini sambil menitikkan air mata di Polsek Delitua.

gulo 1
Indah (kiri) bersama ibu (kanan) saat melapor ke polisi.

Nasib malang yang menimpa Indah berawal sejak ibunya, Melati, bercerai dengan suaminya bermarga Gulo. Ketika itu, kedua orangtua Indah masih tinggal di Nias. Karena hubungan rumahtangga Melati dengan Gulo retak, Melati pun akhirnya membawa Indah pergi ke Medan. Setelah 4 tahun menjanda, Melati kemudian dinikahi oleh Harefa. Mereka pun memilih menetap di Pasar 3 Mariendal (Kecamatan Patumbak) di rumah kontrakan milik pelaku.

“Begitulah kisah hidupku, bang. Setelah berumahtangga dengan suamiku yang ke 2 ini, kami dikaruniai 4 anak. Ditambah dengan anak bawaanku ini, anakku semua  sekarang 5,” kata Melati.

Ternyata sejak mereka menetap di Mariendal, diam-diam pemilik rumah kontrakan melirik putrinya Indah. Fauzi sering datang ke rumahnya sewaktu suaminya bekerja.

“Pak Fauzi selalu ngobrol dengan anakku Indah. Awalnya sedikit pun aku tidak curiga bahwa Pak Fauzi berniat jahat terhadap anakku. Aku pikir dia baik sama keluargaku,” kata Melati.

Dia mulai curiga ketika anaknya pernah cerita kalau Fauzi mau mengasih mereka rumah, asal anakku Indah mau melayani dia. Mendengar omongan itu, aku langsung menasehati Indah agar hati-hati. Pun demikian, Pak Fauzi makin sering datang ke rumahnya.




“Aku sungkan melarangnya karena aku mengontrak di rumahnya,” sebut perempuan kulit putih ini.

Hari itu [Sabtu 16/7], Melati meninggalkan Indah bersama adiknya di rumah. Sore hari ketika dia tiba kembali di rumah, dia tidak mendapati Indah dan adiknya di rumah. Melati pun mempertanyakannya kepada tetangga. Salah seorang tetangga mengatakan Indah pergi sebentar beli baju bersama Pak Fauzi.

“Aku pun percaya saja karena Indah pergi membawa adiknya,” tegas Melati.

Akan tetapi, sambung Indah, dia bersama adiknya bukannya dibawa ke toko baju. Melainkan membawanya ke Hotel Hawai di Jl. Jamin Ginting, Padangbulan, Medan.

“Katanya mau singgah dulu di hotel sebelum ke toko baju. Pak Fauzi beralasan gerah dan berencana mandi dulu dalam hotel,” kata Indah.

Karena alasannya masuk akal, Indah pun diam dan menurut saja. Setelah Fauzi memesan kamar, Indah bersama adiknya diajak masuk ke dalam kamar. Tak lama berselang, Fauzi lalu menyuruh adiknya membeli jajanan di samping hotel dan memberikan uang pecahan Rp 10 ribu. Karena disuruh, adiknya pun langsung pergi membeli jajanan yang dimaksud.

“Tapi, begitu adikku pergi, Pak Fauzi langsung mengunci kamar hotel dari dalam.  Setelah itu dia langsung memaksaku membuka baju dan celana. Walau pun Pak Fauzi berhasil membuka baju dan celanaku, tetapi aku terus meronta dan berteriak minta tolong. Namun Pak Fauzi langsung menympal mulutku sembari mengancam akan membunuh bila teriak,” bebernya.

Takut dibunuh karena salah satu tangannya mencekik leher Indah, Indah hanya bisa pasrah ketika Fauzi menindih tubuhnya. Akibatnya, kemaluannya pun bedarah membasahi kain sprei tempat tidur hotel.

“Setelah Pak Fauzi klimaks, dia langsung menyuruh aku memcucinya dan menyuruh aku berpakaian,” kisah Indah.

Usai berpakaian dan Fauzi pun sudah siap berpakaian, Indah langsung membuka pintu kamar hotel.




“Seketika itu juga dia berlari keluar dan mendapati adikku menangis di depan pintu kamar hotel,” tutur Indah sesunggukan dengan air mata berderai seakan trauma mengenang kejadian itu.

Setelah itu, mereka pulang ke rumah diantar Fauzi. Di dalam mobil, Fauji sempat berkata agar kejadian itu jangan diberitahu kepada siapa pun. Tapi, sesampainya di rumah, Indah pun langsung menceritakan semuanya kepada orangtuanya.

Sementara menurut Muhamad salah seorang tetangga korban yang ikut mengantar ke Polsek Delitua, Fauzi bukan kali pertama melakukan perbuatan serupa terhadap anak di bawah umur.

“Inilah yang ke dua kali. Dulu pun sudah pernah dia lakukan terhadap anak di bawah umur. Pak Fauzi ini memang penjahat kelamin,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan mengatakan sudah menerima laporannya.

“Korban sudah kita hantarkan untuk divisum. Kita sudah membentuk Tim untuk mengejar tersangka,” katanya.




Leave a Reply