Kolom Bastanta P. Sembiring: 5 Alasan Memilih RM BPK

1
176

bastantaSaya dan keluarga termasuk kategori yang aktif berkendara; baik di dalam maupun luar kota, bahkan antar provinsi. Jika diambil rata-ratanya, bisa 10 – 15 kali melakukan perjalanan jauh dalam setahun dan hanya bisa lebih, khususnya antara Medan – Jambi.

Melakukan perjalanan jauh apalagi berkendara tentunya membutuhkan konsentrasi dan daya tahan tubuh yang tinggi. Itu hanya dapat diperoleh dari asupan makanan yang cukup, olahraga dan tentunya istirahat yang cukup juga. Untuk itu, memilih tempat singgah saat melakukan perjalanan jauh salah satu hal yang penting, dan bagi kami RM BPK (Babi Panggang Karo) menjadi pilihan utama, mengapa?

Berikut 5 alasan  utama mengapa memilih RM BPK (Babi Panggang Karo).

bpk 10
Sebuah rumah makan BPK (Babi Panggang Karo) yang berlokasi di. Jalan Lintas Timur (Jalan Kapiten Patimura), Jambi. Dijepret kemarin [Rabu 7/1] saat melintasi jalan ini dalam sebuah perjalanan dari Jakarta ke Riau dengan kenderaan roda empat. Foto: EDI SEMBIRING.

 

1. Rasa yang sesuai lidah Suku Karo dan semua suku

Soal rasa, masakan orang Karo termasuk dalam kategori memiliki cita rasa tinggi dan ini sudah diakui oleh orang di luar Suku Karo.

Kembali soal rasa tadi, saya dan keluarga bahkan keluarga-keluarga Karo lainnya juga mungkin hampir sama, yakni jika makan komposisi bumbu lauknya harus tepat, atau dalam istilah orang Karo, pela.

Bukan hanya itu, rasa acem cikala (patikala/ asam Karo) dan lada jangan sampai ketinggalan. Bagi orang Karo, makan dengan kuah tanpa ada rasa cikalanya terasa hambar. Entah mengapa, dari semua orang Karo yang saya temui merasa ada yang kurang jika rasa asam satu ini tidak disertakan, bahkan efek buruknya bisa perut mual saat makan. Aneh juga, ya?

Semua itu hanya tersedia di rumah makan khas Karo, khususnya lagi RM BPK. Dan, jangan lupa, harga juga bersaing.

 

2. Makanan yang disediakan selalu baru.

Nah… ini cukup penting. Saat perjalanan jauh yang meletihkan dan perut sudah lapar, sering sekali kita disuguhi makanan yang sudah berhari-hari atau berulang kali dimasak kembali. Walau tampak baru, tetapi tetap dalam bau dan rasanya pasti sudah berbeda dan kadang hal inilah yang memicu perut mual.

bpk 9Pernah pengalaman saya saat pulang ke Medan naik bus. Saat singgah di rumah makan, tentunya karena perut memang sudah sangat lapar, saya pun semangat untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan. Tiba-tiba selera makan saya hilang bahkan berganti mual. Mengapa? Karena makanan yang disediakan sudah berhari dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Bayangkan daging dan ikan sudah seperti ban karet dan yang paling membuat saya merasa jijik saat di dalam daging ada ulat. Nasi yang sudah bercampur, ada yang lembek dan kerasa karena sudah berhari. Ditambah lagi kamar mandi yang jorok.

Ini bukan bermaksud menjelekkan rumah makan lainnya, tetapi sebagai koreksi agar ada perbaikan.

Di RM BPK hal seperti di atas tadi sangat jarang ditemui, karena semua makanan yang disediakan baru.

Pernah sekali saya berbincang dengan seorang merga Ginting asal Talapeta (Deliserdang) yang buka rumah makan di Jl. Lintas Timur Sumatera; mengapa saat saya singgah menu BPK-nya selalu habis?

Dia menuturkan kalau dalam satu hari dia hanya membeli daging secukupnya saja dan tidak lebih. Hal ini bertujuan menjaga kwalitas agar tidak ada daging mentah ataupun yang sudah dimasak yang sisa.

“Jadi, selepas siang BPK sudah habis,” katanya.

Selain makanan yang disediakan selalu baru, tentunya masih hangat bahkan baru dimasak saat kita tiba, sehingga rasanya belum berubah dari aslinya.

 

3. Selalu ada sop hangat

Ini juga keunggulan RM BPK, yakni selalu tersedia sop hangat di setiap menu yang ditawarkan. Bagi pengendara jarak jauh ini sangat membantu untuk mengembalikan stamina tubuh setelah letih berkendara.





4. Lokasi yang nyaman

Memang, jika kita lihat di sepanjang Jl. Lintas Sumatera, tidak ada RM BPK yang mencolok karena kemewahannya. Tetapi, bagi orang yang melakukan perjalanan jauh RM BPK cukup nyaman untuk beristirahat. Rata-rata RM BPK memiliki lahan parkir yang cukup untuk membuat kendaraan aman, serta di setiap RM BPK selalu disediakan fasilitas kamar mandi yang bersih dan tempat istirahat yang sejuk, bersih dan nyaman.

Jadi, walau tidak mewah namun cukup nyaman untuk beristirahat.

 

5. Melepas rindu

Mungkin pada poin ke 5 ini hanya terkhusus bagi sesama Suku Karo atau lebih luasnya lagi sesama perantau dari Sumatera Utara. Tentunya pengusaha RM BPK sebagian besar Suku Karo, walau ada juga beberapa dari Suku Batak. Tetapi, untuk bertemu suku-suku lain di RM BPK bukan hal yang sulit, karena saat ini BPK sudah cukup populer dan ternyata sesuai dengan lidah semua orang, sehingga pengunjungnya tidak hanya dari Suku Karo saja.

Selain itu, tidak jarang di RM BPK juga tersedia menu-menu lainnya, khususnya masakan tradisional Suku Karo, seperti pagit-pagit (terites), lomok-lomok, cincang bulung gadung, cipera, dan kidu-kidu. Bahkan, jika beruntung, kadang juga tersedia rires (lemang), cimpa, tape ketan, dll

Di RM BPK kita juga bisa mendengar lagu-lagu Karo dan kadang bisa juga berkaroke. Mungkin ini jadi usul dari saya agar semua RM BPK menyediakan fasilitas Karoke lagu-lagu Karo.

Itulah 5 alasan mengapa memilih BPK dan mungkin teman-teman sekalian bisa menambah daftar di atas. Mejuah-juah.







1 COMMENT

Leave a Reply