Serembo

Oleh: Nancy Meinintha Brahmana (Kabanjahe)

Nancy 1Lukisan ini akan saya jual. Saya beri judulnya LAU SEREMBO, LIMANG. Uang yang saya terima dari hasil penjualanya akan diberikan 70% untuk pembangunan GBKP Limang. Ukuran kanvas 40 x 60 cm, bahan akrilic.

Gunung yang terlihat di depan adalah daerah Buah Raya. Dari jembatan sisi ujung yang terlihat adalah menuju Desa Rih Tengah, Negeri Jahe, Amburidi. Dari jembatan atas (sisi sungai yang besar) menuju Desa Kuta Gerat.

Sengaja saya memperhatikan detail sehingga, meskipun lukisan, mencoba memperlihatkan sisi keaslian yang menyangkut ‘kehidupan’ area Lau Serembo. Karena memang sesungguhnya Lau Serembo ini luar biasa, sangat luar biasa, bagi Brahmana dan anak berunya, khususnya bagi Ketaren mergana.

Ujung pantai sebelah depan dahulu tempat kremasi (tutung) orang Karo. Pantai sebelah kanan adalah tempat pemandian perempuan. Bukit kecil sebelah kanan tanah yang agak meninggi adalah tempat kuburan gajah-gajah yang dahulu membawa leluhur Brahmana, Semegit Brahmana, ke Limang bersama pasukannya.




Pantai dan sisi sebelah kanan hingga sekarang masih ‘dijaga’ oleh bibi kita beru Ketaren. Sumur di pantai sebelah kanan adalah air tawar yang dapat menyembuhkan penyakit dan rasa yang sangat enak tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Sisi sebelah kiri adalah tempat pemandian para pria. Terdapat aliran air belerang yang (dahulu disebut air panas atau air soda).

Naik sedikit di sisi kiri, di bawah pohon adalah tempat erpangir, yang dahulu sering dilaksanakan. Meskipun air sungai deras, tidak ada seorangpun bahkan anak-anak yang mandi pernah tenggelam.

Silahkan sekali melihat memandang lukisan sambil mendengar musik dari video di bawah. Bujur ras mejuah-juah kita kerina.









Leave a Reply