imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Meski pernah dilumpuhkan kakinya oleh Polisi, Noviandi Bangun als Teger (34) belum jera juga melakukan aksi curanmor. Begitu keluar dari penjara, warga Simpang Kwala, Kelurahan Kwala Bekala (Medan) ini masih terlibat kasus yang sama. Bahkan, Teger juga kini terlibat kasus percabulan terhadap anak di bawah umur. Kedua kasus yang menjerat Teger tengah ditangani Polsek Delitua.


Informasi diperoleh Sora Sirulo, Teger telah ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Delitua sepekan lalu karena terlibat dalam kasus curanmor. Namun, di balik itu, Teger Bangun juga adalah  pelaku cabul terhadap LAR (9) pelajar Sekolah Dasar (SD), tidak jauh dari kediamannya di Simpang Kwala.

Teger 1
LAR, Korban Cabul saat mendatangi Polsek Delitua.

“Kasus cabul yang menimpa anak saya terjadi 3 bulan lalu. Langsung kulaporkan ke Polsek Delitua. Teger juga telah dilaporkan Pak Kaban  tetangga saya karena mencuri kompor gas miliknya,” kata R Ritonga, orangtua LAR ketika ditemui Sora Sirulo di Polsek Delitua [Kamis 28/7: 13.00 wib].

Lanjut dikatakan Ritonga, selaku pelapor terhadap kasus cabul yang menimpa anaknya, dia sedikit menyesalkan kinerja Polsek Delitua.

“Setiap saya tanya mengapa pelaku belum ditangkap, Polisi selalu saja beralasan kalau saksi kurang lengkap. Padahal saya sudah membawa saksinya. Jelaslah tak ada yang mau melihat orang yang sedang melakukan perbuatan keji itu. Sementara, pelaku sendiri sudah mengakui perbuatannya. Itu pun saya merasa bersyukur karena pelaku sudah bisa ditangkap, walau pun dalam kasus yang lain,” papar Ritonga.

Ritonga mengaku menjadi stres dan terdorong main hakim sendiri setiap kali ia mengingat peristiwa anaknya dicabuli.




“Saat itu anak saya dicabuli ketika baru pulang sekolah. Tiba-tiba anak saya distop pelaku di depan rumahnya. Setelah itu, pelaku menyuruh anak saya masuk. Di ruangan tamulah kemaluan anak saya dikobe- kobel dan digesek. Untunglah anak saya menjerit keras karena merasa sakit. Kalau sempat robek kemaluannya, hancurlah masa depan anak saya,” tambahnya.

Oleh karena itu, Ritonga meminta Polisi menghukum tersangka seberat-beratnya. Apalagi, selain melakukan cabul, tersangka juga diketahui sudah lebih 30 kali melakukan aksi maling di sekitar daerah Simpang Kwala.

Hal serupa juga dikatakan Parhingotan (33) warga Simpang Kuala.

“Saya kemari cuma ingin memastikan apakah si Teger Bangun itu sudah meringkuk di sel. Kelakuannya selalu meresahkan warga Simpang Kwala. Selain melakukan cabul, pelaku juga sering mencuri kereta, becak, kompor gas dan suka memukuli orang. Tetapi pelaku selalu tidak pernah lama di dalam tahanan,” bilangnya.







Leave a Reply