Bandara Internasional Lombok Ditutup Akibat Abu Gg. Rinjani

0
158

jebta 2JEBTA B. SITEPU. LOMBOK. Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR pada kedalaman 18 km, yang kemudian oleh BMKG dikoreksi menjadi 5,7 SR dengan kedalaman 22 km berpusat di 63 km arah Barat Laut Kabupaten Dompu, NTB [Senin 1/8: Pukul 06.40 WIB] diduga telah menyebabkan Gunung Rinjani dengan puncak Barujari meletus pada Pukul 11.50 WITA.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan penduduk Desa Tembalun di sekitar lereng Gunung Rinjani dengan intensitias 3 MMI.

“Adanya guncangan gempa menyebabkan tekanan dari dalam perut Gunung Rinjani sehingga menimbulkan letusan,” kata Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada Sora Sirulo.

Rinjani 2Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Rinjani PVMBG, secara visual letusan tidak terdeteksi karena tertutup kabut. Namun, berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada pukul 11.50 WIB terdeteksi distribusi awan ke Selatan dan Pukul 13.00 hingga 15.00 Wib, abu vulkanik menyebar ke Tenggara sampai Barat Laut di Lombok bagian Selatan.

Adanya sebaran abu vulkanik yang masuk hingga Bandara Internasional Lombok, menyebabkan otoritas Bandara dan Kementerian Perhubungan menutup operasional Bandara Internasional Lombok terhitung mulai hari ini [Senin 1/8: Pukul 16.55 Wita] hingga besok [Selasa 2/8: Pukul 10.00 Wita].

Penutupan dilakukan dengan pertimbangan keselamatan penerbangan karena pilot tidak dapat secara visual mendeteksi VA setelah periode sunset serta pertimbangan lain, bahwa adanya material abu vulkanik dapat menganggu mesin pesawat terbang.




Saat berita ini dinaikkan, aktivitas vulkanik Gunung Rinjani masih normal.

“Pengamatan secara visual oleh PVMBG hingga Pukul 17.30 Wib tidak terlihat adanya kepulan asap di puncak kawah. Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Rinjani,” lanjut Sutopo.

Rekomendasi BNPB dan BMKG agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pendakian atau berkunjung ke wilayah radius 1,5 km dari kawah Gunung Rinjani dengan puncak Barujari yang terletak di dalam kaldera Rinjani.








Leave a Reply