Kolom M.U. Ginting: BUKAN PERMUSUHAN

0
169

M.U. Ginting“Presiden mengingatkan ke aparat agar melihat kritik atau info sebagai masukan untuk melakukan koreksi, apabila kritik dan info itu berkaitan dengan oknum aparatnya. Kritik dan info itu harus dilihat sebagai bahan masukan,” kata Juru Bicara Presiden Johan Budi di Komplek Istana, Jakarta [Rabu 3/8] sebagaimana dirilis oleh detik.com [Rabu 3/8].

Pendapat presiden merupakan kesimpulan paling bagus dan tdak menambah saling ’bermusuhan’ mirip perang cicak yang lalu.

Kalau memang, setelah diselidiki termasuk di pledoinya oleh Polri, TNI dan BNN dalam institusinya masing-masing tidak ada seperti yang dikatakan oleh Freddy Budiman (FB), menurut Harris Azhar, itu artinya FB membohong saja. Itu mungkin karena dia teler setengah manusia. Bahwa banyak pejabat terlibat atau jadi teler narkoba bukanlah soal baru juga. Bedanya di sini ialah duit dibagikan banyak sekali jumlahnya, kalau betul berabe memang.

Persoalan ’sangkut ukur’ lainnya ialah bahwa Harris Azhar menyampaikan laporannya setelah FB ditembak mati. Ini juga jadi pertanyaan yang tidak kecil. Alasan Harris tak begitu meyakinkan, seperti pada mulanya tak ada yang mendengarkan, atau sudah dikatakan kepada orang dekat presiden tetapi tak dilanjutkan, katanya. 




Ada orang menggubris atau tidak karena soalnya soal serius, katakan saja, biar jadi kontra argumentasi termasuk bagi FB yang masih hidup selama 2 tahun sebelum dieksekusi 2016. Persoalannya akan jadi lebih luas dan lebih mendalam bisa dikedepankan karena semua pihak masih bisa ngomong terutama FB sendiri.

Presiden Jokowi sangat bijaksana dalam ’mengakhiri’ soal yang masih belum jelas, untuk tidak dijadikan soal ’perang cicak’ yang bikin terlalu banyak korbannya daripada pahalanya. Walaupun memang ada juga pembelajaran dari perang cicak itu, seperti pada umumnya kontradiksi adalah tenaga penggerak perubahan dan perkembangan.




Leave a Reply