Kolom Sada Arih Sinulingga: PANCURBATU KOTA PALING SEMRAWUT

0
177

SADA ARIH 5Kota Pancurbatu yang sejak zaman Kolonial Belanda dikenal sebagai Arnhemia ini sesungguhnya telah direncanakan sebagai sebuah kota penting di wilayah berpenduduk asli Suku Karo yang saat ini menjadi wilayah Kabupaten Deliserdang. Di kota kecil ini terdapat fasilitas perkantoran pemerintahan, penjara, rumah sakit, kantor pos, pasar, terminal dan sebagainya.

Pancurbatu adalah kota satelit untuk menuju Kota Medan dari Karo Gugung dan menjadi pusat (central) bagi beberapa wilayah kecamatan sekitarnya yang dahulu, di awal Kemerdekaan RI, menjadi wilayah Kabupaten Tanah Karo. Saat itu, Pancurbatu menjadi ibukota kewedanaan Karo Jahe.

Pancurbatu 1Pancurbatu juga dikenal sebagai basis perjuangan perlawanan rakyat Karo kepada Kolonial Belanda. Di kota ini jugalah dahulu sekitar 2.000an rakyat Karo melakukan perlawanan kepada Jepang yang dikenal dengan Gerakan Aron di bawah pimpinan Ngikut Sinulingga alias Pa Bertah.

Selain itu Djamin Ginting juga menjadikan kota ini menjadi pusat konsilidasi bagi rakyat Karo untuk mempertahankan Kemerdekaan RI sehingga ia mempelopori pendirian SMA Negeri di Pancurbatu. Berdirinya sebuah Jambur untuk Merga Silima merupakan bukti nyata diabadikannya nama Djamin Ginting sebagai nama jambur ini sampai kini.

Keterkenalan Kota Pancurbatu sejak dahulu namun kini sepertinya menjadi kota yang jalan di tempat. Tidak ada perkembangan sama sekali bahkan layak dijuluki sebagai kota paling semrawut di seluruh dunia. Di kota ini terdapat menyatu badan jalan dengan pasar dan terminal sehingga menjadi penyebab kemacetan jalan lintas yang berstatus jalan Nasional menuju kota wisata Berastagi, Kutacane, Sidikalang dan kerap digunakan menuju daerah Toba dan Aceh lainnya.




Sudah selayaknya Kota Pancurbatu ditata secara modern dengan memisahkan pasar dengan terminal di luar badan jalan Letjen Jamin Ginting ini. Seharusnya terminal ditempatkan di belakang pasar dan memperluas area pasar.

Bupati Deliserdang bersama instansi terkait seharusnya melakukan pembenahan kota ini karena jalan yang melewati kota ini sangat vital ke Karo Gugung dan kerap dilalui pejabat penting dari Sumut bahkan dari Jakarta (pemerintah pusat). Selain itu, setiap akhir pekan jalan ini dilalui masyarakat banyak untuk berwisata menuju Kota wisata Berastagi.








Leave a Reply