Kolom M.U. Ginting: ANIES BASWEDAN

0
101

M.U. Ginting“Masih tanda tanya,  kenapa pak Baswedan di ganti. Apa alasan kuatnya,” tanya Daud S. Sitepu di mailing list Tanah Karo.

Betul memang, seluruh negeri terkejut dan jadi bertanya mengapa Baswedan digusur. Salah satu terobosan luar biasa yang dibikin Baswedan ialah menghilangkan MOS yang lama karena dianggap merusak. Dia mengubahnya dengan cara baru yang sepenuhnya menyangkut kepentingan anak didik dan masa depannya dengan mengikutsertakan guru dan orangtua murid.

Luar biasa pikirannya demi masa depan nation negeri ini. Ini menyangkut kepentingan nasional masa depan mulai dari anak didik. MOS dan perpeloncoan tipe lama hanya menghasilkan manusia korupsi di masa selesainya pendidikan/ universitas. Itu terbukti sudah di seluruh negeri kita. 

Betentangan dengan kepentingan nasional ini, ada kepentingnan luar merusak nation ini mulai dari anak didik dan mahasiswa, adalah taktik umum neolib seluruh dunia. Karena itu, kalau ada ‘pendukung’ presiden yang mau menyingkirkan menteri tipe Baswedan, jelaslah ‘pendukung’ itu mewakili kepentingan siapa, artinya bukan kepentingan masa depan nasional seperti yang diinginkan oleh Baswedan. 




Neolib ‘global hegemony’ punya strategi yang sangat ketat soal arah besar pendidikan dan arah besar penggunaan ilmu di tiap negara untuk bisa dikendalikan demi kepentingan luar itu, atau sedapat mungkin bikin perusakan terhadap arah dan cita-cita kepentingan nasional negeri berkembang. Tetap juga sangat ketat pengawasannya di negeri maju terutama dalam soal riset obat-obatan dan senjata canggih.

Baswedan saya kira mengerti sungguh soal ini, dan ‘pendukung’ Jokowi juga mengerti sehingga Baswedan direshuffle. Saya bikin ‘pendukung’ dalam tanda kutip karena penyusupan neolib ke jantung kekuasaan Jokowi adalah kenyataan, seperti disinyalir oleh sebagian pengamat politik negeri ini, misalnya Ray Rangkuti








Leave a Reply