Kena Copet Modus Urut, Pengungsi Sinabung Kehilangan Rp. 4,8 Juta

0
193

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Karim Ginting (66) lagi ketiban apes. Pengungsi Sinabung asal Desa Berastepu (Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) ini kehilangan uang sebesar Rp 4,8 juta usai diurut tukang copet di dalam angkot. Meski uangnya belum kembali, pemilik salah satu warnet di Jl. Menteng 7, Kelurahan Medan Denai ini, berhasil meringkus seorang dari 2 pelaku.

Cerita Karim Ginting ketika ditemui di Polsek Delitua, peristiwanya terjadi  di Simpang Pos, persis di bawah jembatan layang Flyover Jamin Ginting [Kamis 18/8: sekira 07.00 wib]. Sebelum kejadian, Karim Ginting menumpangi angkot KPUM A97 tujuan Padangbulan di Simpang Amplas atau tepatnya di bawah jembatan layang.

Copet
Karim Ginting saat membuat laporan ke Polsek Delitua.

Begitu Karim Ginting naik, seorang pria paruh baya juga naik dan duduk di sebelah kirinya. Tak lama kemudian, seorang pria diketahui bernama Salman Sibarani (48) warga Lorong 3 Gg. Nabana Kelurahan Sei Rotan (Kecamatan Percut Sei Tuan) juga naik dan mengambil posisi duduk berhadapan dengan korban.

“Sejak terjadinya erupsi Sinabung, saya pindah ke Medan membuka warnet. Tadi pagi aku berniat pergi ke Kantor Bupati Karo karena ada sesuatu urusan,” beber Karim.

Selanjutnya, Salman Sibarani membagikan brosur pengobatan alternatif kepada setiap penumpang yang ada di dalam angkot. Usai brosur pusat pengobatan tradisional yang beralamat di Jl. Samurai No 9 Medan itu dibagikan, pelaku Salman Sibarani kemudian mengurut kaki dan tangan seluruh penumpang yang ada di dalam angkot.

“Sayalah yang terakhir dikusuk. Saya pun dikatakan tidak lama lagi kena penyakit stroke setelah memegang tangan saya,” kata Ginting.

Lanjut dikatakan, selanjutnya pelaku mengurut dan mengangkat kaki sebelah kanan saya. Di situlah tanpa saya sadari, salah satu pelaku lainnya, bermarga Sitorus yang duduk di sampingku merogoh uang sebanyak Rp. 4,8 juta di kantong celananku. Setibanya di Simpang Pos atau tepatnya di stasiun Bus Murni jurusan Kabanjahe, saya pun turun.

“Di situlah aku ketahui kalau uang yang ada di saku celanaku sudah hilang. Yakin kalau pelakunya adalah pria yang mengurutku, aku langsung berlari mengejar angkot KPUM yang sebelumnya aku tumpangi. Aku langsung menangkapnya dan memukulinya sambil berteriak maling. Warga sekitar langsung datang berkerumun lalu ikut memukuli Salman Sibarani.




“Ternyata pada saat itu, salah satu pelaku lainnya yang mengambil uang dikantongku, mencari kesempatan melarikan diri,” beber Ginting lagi.

Dalam kondisi babak belur, saya pun meminta kepada Salman Sibarani agar mengembalikan uangku. Namun Salman tidak mengakui perbuatanya. Akan tetapi, karena terus dipukuli warga, Salman Sibarani pun mengaku kalau uangku ada pada Sitorus temannya. Mendengar penjelasan Salman, warga kian beringas. Salman terus digebuki hingga muntah darah. Untung saja, petugas kepolisian yang melakukan patroli di sekitar lokasi langsung mengamankan Salman dari amuk warga ke Mapolsek Delitua. Sehingga, nyawanya tidak jadi melayang, bilangnya.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan membenarkan kejadian.

“Salah satu pelaku sudah kita amankan dan masih dimintai keterangan. Sementara satu pelaku lainnya masih kita kejar,” katanya.




Leave a Reply