Polda NTT Gerebek Penampungan PJTKI PT Cut Sari Asih (Tak Puas dengan Kinerja Poldasu)

0
264

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. MEDAN JOHOR. Diduga tidak puas dengan kinerja Poldasu, tekait masalah yang menimpa Maria (16) warga Jl. Bejawa Kuoang Tikitiki Waesafa Kupang NTT, Polda NTT pun menggeledah Kantor PJTKI PT Cut Sari Asih yang terdapat perumahan Taman Ubud (Medan Johor) [Jumat 19/8: sekitar 15.30 wib].

Kasat Reskrim Polda NTT AKP Kurniawan Deli ketika ditemui wartawan [Jumat 19/8) sekitar 19.00 wib] mengatakan, penggeledahan kantor jasa tenaga kerja lokal tersebut terkait laporan Maria, serta 2 tenaga kerja lainnya masing masing berinisial R dan N.

Polda NTT
Polisi NTT saat melakukan penggeledahan.

“Kita datang dari Polda NTT untuk mengambil barang bukti yang akurat. Sebab Johanes Ringgi Ejen selaku perwakilan PJTK PT Cut Sari Asih yang di NTT sudah kita tahan dan statusnya sudah jadi tersangka. Kita ke Sumut hanya mencari barang bukti tambahan. Karena banyaknya anak di bawah umur dari NTT dipekerjakan di Medan,” katanya seraya berkata kalau pihaknya juga masih mencari keberadaan KH, R dan H yang diduga ikut terlibat dalam jaringan human trafficking.

Sementara Yandri Laning (46) selaku Sekretaris Paguyuban Tirosa Sumut meminta pihak kepolisian agar mengungkap kasus penjualan anak di bawah umur tersebut.

“Karena yang menjadi korban rata rata perempuan di bawah umur dari NTT. Saya sendiri tidak percaya dengan kinerja Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz maka kita mendesak Kapolda NTT untuk mengungkap kasus ini,” tuturnya.




Hal serupa juga dikatakan Ketua Paguyuban Indonesia Timur Sumut Lois Lumba (48).

“Kita juga tidak percaya dengan kinerja Polisi di Medan maka kita juga ikut mendesak Polda NTT. Kalau ini pun nanti tidak bisa terungkap, kita akan melaporkannya ke Kapolri,” bilangnya.

Menurut  Bahrumsyah (46), warga setempat, begitu Polisi dari NTT datang ke Perumahan Ubud, ia langsung dipanggil Polisi NTT untuk dimintai keterangan apa yang pernah ia lihat dan ketahui.

“Sebab begitu Maria melarikan diri, ada yang mengejar pria berbadan tegap. Pertama yang didatangi Maria saya. Lalu saya tanya Maria, mengapa dia melarikan diri. Jawab Maria: ‘Tolong saya, bang, saya mau dibotaki dan saya dituduh mencuri duit Rp 20 ribu. Karena tidak ada saya curi, terpaksalah saya melarikan diri. Mohon aku, bang, pulangkan aku ke NTT.’ Itulah yang dikatakan maria sama saya waktu itu,” tutur Bahrumsyah.








Leave a Reply