Dana Tarigan Dikukuhkan Sebagai Direktur Eksekutif Walhi Sumut

0
355
dana tarigan 5
Dana Tarigan (kaos hijau) bersama para artis Sanggar Seni Sirulo usai tampil dalam sebuah seminar internasional mengenai lingkungan hidup di Hotel Tiara, Medan.

Jebta B. SitepuJEBTA B. SITEPU. MEDAN. Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Sumut baru saja mengukuhkan Pengurus Ekeskutif Daerah dan Dewan Daerah Periode 2016 – 2020 di Raz Hotel Medan [Selasa 23/8]. Pengukuhan ini didahului dengan pemaparan visi dan misi para kandidat sebelum pemilihan Eksekutif Daerah (ED) dan Dewan Daerah (DD) yang dirangkai dengan Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) Walhi Sumut ke-8 di tempat yang sama.

Pertemuan yang diikuti 39 dari 43 anggota jaringan Walhi Sumut ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi dan pelaporan kinerja Walhi dalam 4 tahun terakhir dimasa kepemimpinan mantan Direktur Walhi Sumut, Kusnadi.

Dana Tarigan dalam pemilihan eksekutif daerah bersaing dengan Renta Nababan yang juga seniornya di komunitas mahasiswa pencinta alam di kampusnya. Dana berhasil mendapat 25 suara mengalahkan Renta dengan perolehan 14 suara dari total 39 suara anggota yang mengikuti pemilihan.

Dana Tarigan 6
Dana Tarigan (kiri) bersama Ita Apulina Tarigan (kanan) yang merupakan pimpinan Sanggar Seni Sirulo dan juga Pemimpin Redaksi SORA SIRULO.

Adapun beberapa nama Dewan Daerah yang terpilih dalam PDLH ke-8 yaitu Misran Lubis, Bonar Simanjuntak, Sumiati Surbakti, Surya Adinata dan Mardan Saragih.

Sebelumnya Dana aktif sebagai relawan di Walhi Sumut pada tahun 2007 dan diangkat menjadi staf pada tahun 2008. Sebelum terpilih menjadi Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana juga aktif sebagai Manajer Advokasi dan Kampanye di Walhi Sumut.

“Walhi Sumut menjadi organisasi yang kuat dan mengakar serta menjadi pusat gerakan rakyat umtuk menjaga dan melindungi lingkungan hidup serta sumber daya alam di Sumatera Utara,” jelas Dana ketika ditanyakan apa rencananya secara umum ke depan sebagai Direktur Eksekutif Walhi yang baru.

Mantan Direktur Walhi periode 2012 – 2016 Kusnadi menyampaikan kepada ED dan DD terpilih agar dapat bekerja dengan maksimal dalam memperjuangkan penyelamatan lingkungan hidup di Sumatera Utara.

“Banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan oleh ED dan DD yang baru. Saya berharap teman-teman tetap konsisten sesuai visi dan misi yang saudara sampaikan. Ke depannya, di masa periode saudara-saudara dapat mengembalikan kejayaan Walhi Sumut sebagai barometer gerakan lingkungan di Indonesia,” sebut Kusnadi.

Sebelum penutupan, Kusnadi menyerahkan bendera Walhi sebagai simbol penyerahan tanggungjawab kepada Dana Tarigan dan Dewan Daerah terpilih sekaligus pengukuhan Eksekutif Daerah dan Dewan Daerah Walhi Sumut periode 2016-2020.

Ada juga pengukuhan dua lembaga baru yang menjadi anggota jaringan Walhi Sumut yaitu HaRI (Hutan Rakyat Institut) dan Lembaga Studi dan Pemantauan Lingkungan (LSPL). Sebelumnya, pada acara pembukaan peserta memberikan penghormatan dan mengenang Efendi Panjaitan, pejuang Walhi yang sudah wafat. Efendi dikenal sebagai sosok yang menginspirasi aktivis lainnya di Sumut yang banyak melakukan gebrakan dalam penyelamatan lingkungan dan memperjuangkan hak-hak rakyat marjinal.

 


[one_fourth]Dana Tarigan Sang Seniman[/one_fourth]

Lelaki lembut dan ramah ini adalah alumnus Fakultas Ilmu Sosial Universitas HKBP Nommensen, Medan. Sebelum terpilih menjadi Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana aktif sebagai Manajer Advokasi dan Kampanye di Walhi Sumut.

Di luar Walhi, Dana aktif sesekali menulis berita atau opini di www.sorasirulo.com, khususnya terkait keprihatinannya terhadap pendidikan anak di desa-desa Karo. Saat Sora Sirulo masih menerbitkan versi cetak, dia mengasuh rubrik pendidikan dari desa ke desa.

Dana juga terlibat sebagai musisi di Sanggar Seni Sirulo, khususnya sebagai penabuh gung dan mangkuk, sehingga dia dijuluki juga oleh teman-temannya Pa Mangkuk. Darah seni mengalih di tubuhnya terlihat juga pada adiknya yang menjadi vokalis sanggar ini dan ayahnya, Alm Dian Tarigan, yang pencipta lagu pop Karo yang terkenal “Pilihen Orangtua”.

Di bawah ini kami sertakan klip dari lagu ciptaan ayahnya. Video paling bawah adalah salah satu penampilan Sanggar Seni Sirulo dalam tour 4 kota (Berastagi, Siantar, Medan dan Binjai) dimana Dana Tarigan menjadi penabuh gung.














Leave a Reply