NggunturNGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Aktifitas Gunungapi Sinabung siang ini [Rabu 24/8] masih tergolong tinggi meskipun secara visual Gunungapi Sinabung sulit diamati akibat tertutup kabut tebal.

Luncuran awan panas masih terus menerus terjadi hingga mencapai 16 kali pada Rabu pagi dan siang tadi meskipun pada saat itu secara visual Sinabung tidak terlihat jelas akibat tertutup kabut tebal. Meskipun diselimuti kabut tebal, terpantau bahwa Sinabung mengalami  erupsi disertai luncuran awan panas. Ini trelihat oleh adanya debu vulkanik yang dibawa angin kencang masih  ke arah Timur Laut saat ini.

debu vulkanik 1
Reporter Sora Sirulo (Natanael Milala) terlihat membersihkan beranda rumahnya dari debu vulkanik Sinabung pagi tadi.

Pihak petugas TNI dan Polri saat ini masih terus melakukan penjagaan ketat di pintu-pintu masuk Zona Merah Sinabung. Adapun pihak Pos Pemantau  Gunungapi Sinabung mengamati  pada Rabu pagi tadi hinga Rabu siang tadi masih tergolong tingggi tingkat kegempaan tremor hybrid low frekwensi serta gempa guguran. Ini menandakan suplay magma masih terus berlangsung, memicu terjadinya erupsi disertai luncuran awan panas yang masih terus terjadi.

“Tercatat erupsi sudah mencapai kurang lebih 16 kali hingga Rabu siang tadi,” kata Nurul Ansori, petugas Pos Pemantauan Gunungapi Sinabung, kepada Sora sirulo.

Kondisi Gunungapi Sinabung yang diselimuti kabut saat ini membuat gunung ini tidak bisa diamati secara  visual. Hal ini cukup membahayakan. Pihak Pos Pemantauan Gunung Sinabung terus melakukan himbauan kepada warga jangan memasuki Zona Merah Gunungapi Sinabung.



Leave a Reply