Novel: KABAR DARI GUNUNG

0
224

Ada kabar apa yang dibawa dari gunung? Cerita kabar sukacita atau dukacita?

novel 1

 Judul : Kabar dari Gunung
Penulis : Robert Sinuhaji
Tebal buku: 268 halaman

Oleh: Anggreini Ginting (Jakarta)

 

Anggreini beru GintingSebuah buku karya tulis dari seorang putra Karo akan segera terbit. Saya pribadi bangga bisa melihat orang yang berasal dari kampung muncul di tengah publik menceritakan pada dunia tentang Taneh Karo Simalem dan sekitarnya. Beruntungnya saya bisa medapatkan buku ini langsung dari sang penulis. Setelah saya bertutur dengannya, ternyata saya memanggil kila (paman) kepadanya.

Penulis bernama lengkap Robert Sinuhaji SE. Dia lahir di Medan 19 Juli 1964. Robert adalah Alumnus Fakultas Ekonomi UI dan pernah bekerja sebagai wartawan di Kelompok Kompas Gramedia (1994-1996).

Robert juga adalah seorang Alumnus Japan International Cooperation Agency, Kepala Biro Theologia dan Litbang Moderamen GBKP (2005-2010) serta sebagai Direktur di beberapa usaha dan aktif menulis artikel, cerpen, dan puisi di bebagai media massa. Beliau sudah menikah, dan saat ini dikaruniai 2 orang putri. Mereka tinggal di Berastagi (Kabupaten Karo) dan Seribudolok (Kabupaten Simalungun).

Kali ini, kita membahas 1 karya dari beberapa karya hebat yang sudah beliau ciptakan.

Dalam buku ini, diceritakan tentang Sinuhaji atau disapa Aji. Aji adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Kedua orangtuanya sudah lama merantau ke Jakarta. Saat itu, Aji sedang libur kuliah dan dia memilih menikmati liburannya di kampung halaman, yaitu Dataran Tinggi Karo.

Aji anak yang berbakat di dalam hal seni. Dia suka menulis, membuat puisi dan pandai bermain gitar mengiringi lantunan lagu.

Kabar dari Gunung menceritakan tentang bagaimana serunya kisah pengalaman Aji saat ada di Tanah Karo. Bagaimana Aji ada dalam kejadian ketika Gunung Sinabung berdetum mengagetkan semua warga sekitaran gunung itu.

Suasana resah dan kalut menyelimuti.

Ada sedikit cerita tentang gadis kecil yang memilukan hati akibat dari letusan Gunung Sinabung.

Membaca buku ini seakan membuat kita ada di dalam kondisi itu, rasa peluh dan takut, sedih serta keresahan bercampur aduk.

Selain cerita yang menggentarkan dari Sinabung, di dalamnya ada kisah cinta 2 sejoli.

Aji yang statusnya mahasiswa di Universitas Indonesia ini dalam kelutnya Sinabung bertemu dengan seorang wanita bermata seteduh danau. Pertemuan demi pertemuan, berteman sebagai relawan di jambur pengungsian akhirnya membuat mereka saling mengenal saling tertarik.

Tumbuh rasa cinta diantara mereka sampai akhirnya saling mengikat janji untuk bisa saling memiliki nantinya.

Tak terasa waktu liburan telah berakhir, Aji harus pulang ke Jakarta dan segera menyelesaikan skripsinya dan nantinya kembali ke Tanah Karo mewujudkan mimpi serta menepati janji dengan wanita singumban nande idamannya itu.

novel 5Sekembalinya ke ibu kota, ternyata Aji dijodohkan dengan impalnya yang sudah menjadi dokter. Mulai sedikit ada keresahan di hati Aji. Terlebih Aji adalah anak yang turut dan mendengar apa kata orangtua. Wanita yang dijodohkan dengannya termasuk wanita cantik dan berpendidikan. Namun dengan segala harapan dan rasa cinta yang besar Aji tetap berusaha meyakinkan orangtuannya untuk kembali pulang ke Taneh Karo Simalem. Karena, bukan hanya jatuh cinta dengan putri Karo, tapi memang Aji juga sangat cinta dengan Tanah Karo. Besar harapan mewujudkan mimpi dan cita-citanya di daerah sejuk itu.

Waktu terus berjalan. Dengan segala perjuangan, akhirnya Aji menerima sarjananya dan sudah bulat tekat untuk pulang menggapai mimpi di tempat yang subur itu. Namun, tidak semua dapat terjadi seperti yang kita harapkan, satu hal yang pasti ketika kita melakukan bagian kita dengan sebaik yang kita mampu lakukan, pasti ada hasil yang akan dituai.

Aji sampai di Tanah Karo, apa yang dicari tak kunjung ketemu.

Dari setiap sudut jambur, kuta ke kuta, sampai Aji melanjutkan cita-cita, usahanya akhirnya mampu membangun rumah dari hasil keringatnya seperi janjinya kepada kekasihnya sudah terwujud. Tapi, sang pujaan tak kunjung datang menyapa.

Pada hari memasuki rumah baru, semua keluarga dekat Aji begitu pun mama papanya datang. Aji diminta menyanyi oleh protokol. Aji pun menyanyikan lagu ‘Lenget na ei Turang lengetna ei nimai-nimaisa kemulihendu ‘.

Sedih sekali sampai tak terasa air mata memenuhi pelupuk mata Aji dan waktu terus berjalan dengan cepat.

Di satu hari di bandara Kuala Namu Internasional, Aji mengantar seorang perempuan cantik. Sungguh seperti perpisahan yang sangat mengharukan. Perempuan cantik itu memeluk erat Aji dengan rasa sedih yang dalam ketika harus melangkah ke arah penantian pesawat. Saat bersamaan, Maharani kekasih Aji pulang dari suatu tempat persembunyianya selama ini dan sangat ingin menemui Aji.

Semua harapan cinta yang dibawa Maharani sirna. Gejolak hati yang dahsyat dirasakan dan semakin dahsyat rasanya tak mampu dibendung lagi. Ia segera berbalik kembali membawa kopernya.

Bagaimana sebenarnya kondisi di jambur pengungsian, bagaimana kisah Perempuan bermata seteduh danau?

Siapa sebenarnya wanita cantik yang bersama Aji dan ke mana Maharani selama ini ataukah sudah menikah? Siapakah wanita beruntung yang akhirnya menjadi istri Aji?

Baca bukunya, apalagi kalo kam orang Karo.




Cerita dalam novel ini seolah hidup dan nyata sehingga membawa pembaca ikut masuk di dalamnya. Kisah yang disajikan penulis membuat pembaca terinspirasi khususnya untuk para petani, bahwa menjadi petani itu bukan pilihan terakhir dalam hidup tetapi sesuatu yang menyenangkan dan merupakan cita-cita.

Penggunaan bahasa yang mudah dimengerti walaupun ada beberapa bahasa daerah, tetapi ada terjemahan yang ditampilkan dalam buku.

Novel ini pantas dibaca untuk siapa saja, terkhusus warga Suku Karo karena sangat memotivasi. Novel ini memberikan kita banyak inspirasi, pesan dan kesan yang dapat mengalir hingga ke lubuk hati dan pikiran.

Bangga bisa membaca karya putra putri Karo dan semakin majulah Tanah Karoku.




Leave a Reply