Keruk Alur Sungai Seruai, Galian C Namosuro Baru Rugikan Negara

0
250

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. BIRU BIRU.  Warga yang berdomisili di Desa Namosuro Baru (Kecamatan Biru-biru) mulai Resah akibat penambangan Galian C ilegal di alur Sungai Seruai, Dusun 1, Desa Namosuro Baru.  Padahal, penambangan di bibir sungai ini  melanggar UU RI No 4 Tahun 2009 tentang pertambangan dan mineral batubara serta UU RI No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Kapoldasu melalui Subdit IV/Tipiter Direskrimsus Poldasu seakan tidak punya nyali melakukan penggerebekan.

Pantauan Sora Sirulo di lokasi [Rabu 24/8], tampak bahan material yang dikeruk galian c 1memakai alat berat jenis beko dan langsung diisi ke dalam puluhan armada dump truck yang datang silih berganti. Akibatnya, Galian C yang disebut-sebut milik pengusaha Aman Barus (55) dan Bajul (52) ini (keduanya warga Desa Tungkusan, Kecamatan STM Hilir) sangat berdampak buruk terhadap lingkungan dan alam.

“Kita warga di sini sudah lama resah. Jalan menjadi cepat rusak, alur sungai sudah hancur porak poranda.  Tapi, kami warga tidak tau harus mengadu ke mana. Kalau kepada Muspika Kecamatan Biru-biru sudah pernah. Tapi sampai saat ini tak ada respon. Jika tetap dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi warga di sini serta warga yang ada di bagian hilir sungai Seruai. Karena juga akan menyebabkan banjir bandang”, kata A Sembiring (36) warga setempat kepada wartawan.

Menurut Sembiring lagi, sebenarnya dampak Glian C bukan hanya merugikan masyarakat, tapi turut negara hingga miliyaran rupiah. Soalnya, Galian C ini tidak mengantongi izin dari instansi yang berwenang.

“Tapi saya heran, kok hingga sekarang Poldasu tidak pernah melakukan tindakan tegas. Mungkin ada sejumlah oknum aparat yang membekingi aktivitas penambangan liar ini,” beber Barus warga setempat lainnya seraya berharap agar Kapoldasu Irjen Pol Drs Raden Budi Winarso segera menindak pelaku.








Leave a Reply