Disambar Grand Max, Pa Lampik Ampar di Jalan

0
138

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Yamaha Jupiter Z BK 5394 LC  yang dikendarai oleh David Sembiring alias Pa Lampik (14) warga Dusun IV Desa Namorambe (Kecamatan Namorambe) seketika terjungkir. Bahkan, Pa Lampik pun terjungkal dan kejang-kejang di tengah jalanan. Jupiter warna merah maron yang dikendarai Pa Lampik adu kuat dengan mobil Grand Max 1.5 warna putih BK 9824 CQ yang dikemudikan oleh Renaldi (20) warga Silemak, Simpang Tuntungan (Kecamatan Kutalimbaru).

Informasi diperoleh di lapangan, peristiwa itu terjadi di jalan besar Namorambe atau hanya berjarak sekira 100 meter dari Kantor Polsek Namorambe [Minggu 28/8: sekitar 14.300 wib]. Sebelumnya, Pa Lampik diketahui datang dari arah Pasar 3 Namorambe dengan tujuan pulang ke rumahnya. Namun, dari arah berlawanan, muncul mobil GRand Max warna putih yang dikemudikan Renaldi datang dari arah Sembahe hendak menuju Delitua.

grand max
Korban saat dirawat di Puskesmas.

Setibanya di lokasi kejadian, 2 unit angkot Nitra trayek P25 terlihat saling kejar hendak saling mendahului. Pun demikian, Pa Lampik yang ada di belakang juga berupaya mendahului angkot di depanya yang berhenti mendadak. Melihat hal itu, Palampik juga berupaya mendahului. Akan tetapi, dari arah berlawanan muncul mobil Gran Max yang dikendarai Renaldi.

Brak… tabrakan pun tak terelakkan. Akibatnya, Pa Lampik langsung terpental bersama sepeda motornya dan akhirnya kejang-kejang di jalan dalam kondisi berlumuran darah.

“Saya pun tak bisa lagi mengelak karena ia muncul tiba-tiba dari belakang angkot itu. Saya langsung membawanya ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Selanjutnya saya membawa korban ke dukun patah,” tutur Renaldi pengemudi mobil Grand Max.

Sementara Toyip (40), salah satu saksi mata, mengatakan: “Saya yang melihat kejadian itu, karena pas di depan saya, bang. Kalau menurut saya yang salah itu Gran Max. Meski sudah melihat ada kereta ngebut di depanya, pengemudi Grand Max itu juga dari arah berlawanan ikut ngebut, sedangkan jalan sempit.”




Sementara T. Gurusinga warga lainya mengatakan sangat menyesal dengan kinerja pihak kepolisian Namorambe. Soalnya, meski tabrakan terjadi hanya berjarak 100 meter dari Mapolsek Namorambe, namun tidak ada polisi yang datang untuk mengamankan lokasi.

“Sedangkan warga sudah ratusan yang berhamburan ke jalan untuk melihat apa yang terjadi dan siapa yang tabrakan. Selama ini pun memang tidak ada polisi Namorambe  yang peduli dengan keluhan warganya,” tuturnya.

Menurut Beru Ginting yang pegawai Puskesmas Namorambe, akibat kejadian laka lantas tersebut, korban harus mendapatkan 20 jahitan di bagian paha dan mengalami pembengkakan di bawah dada dan kepala serta patah pada bagian rahang kanan dan kiri korban.








Leave a Reply