Kolom M.U. Ginting: Tak Ada Pilihan Lain

0
35

M.U. GintingKepala BNN bilang: “Saat ini kita sedang perang dengan narkoba, karena bangsa lain yang ingin merebut Indonesia ini tidak lagi harus mengangkat senjata tetapi hanya dengan mengedarkan barang haram tersebut.”

Dia tambahkan: “Jika kebijakan tersebut (seperti di Filipina) diterapkan, saya yang paling depan untuk memberantas para bandar narkoba yang sudah merusak generasi bangsa.”

Setuju sepenuhnya, Pak BNN.

Sudah tidak mungkin ada jalan lain memberantas narkoba selain yang ditunjukkan oleh Duterte. Dunia juga tidak kehilangan apa-apa dengan berakhirnya era narkoba. Indonesia mau ditundukkan dengan narkoba sebagai salah satu caranya. Di sini tentu termasuk semua ‘accessories’ narkoba, seperti: Miras, judi, pelacuran/ HIV, pelacuran anak-anak untuk gay, korupsi, dan juga aksi terorisme yang juga memanfaatkan banyak psikis narkoba, orang-orang naif dan kriminal  untuk menakut-nakut pejabat/ presiden.

narkoba 13Betul memang, Pak BNN ini. Dengan perang tak mungkin lagi menaklukkan satu negara. Karena itu, dipakai cara ‘lambat tapi pasti’ ini, seperti narkoba dan semua accessorinya.

Di sini termasuk juga merusak hutan (pembakaran) untuk merusak alam negeri ini untuk selama-lamanya. Dalam soal perusakan/ pembakaran hutan juga perlu cara ‘surrender or die’. Karena sudah sangat keterlaluan dan bahkan jadikan petugas sebagai sandera. Kriminal teroris, narkoba dan kriminal hutan tak bisa lagi ditoleransi sedikitpun. Surrender or die! Kasih bandit-bandit ini hanya dua kemungkinan itu. Jangan ada kemungkinan ke 3 atau basa-basi lainnya.

Juga jangan lagi menangguh-nangguhkan hukuman mati yang sudah diputuskan pengadilan. Jangan dibiarkan lapas jadi tempat bisnis narkoba. Pegawai lapas yang ikut bisnis narkoba juga perlu kasih ‘surrender or die’ karena orang-orang ini lebih berbahaya lagi dari pebisnis narkoba itu sendiri. Mereka ini menggunakan fasilitas negara untuk ikut berbisnis narkoba. Lebih berbahaya dari pebisnis itu sendiri.








Leave a Reply