Ngomong Ngawur Saat Minum Tuak, Peranginangin Tewas Sekali Tikam

0
228

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Inilah pelajaran bagi siapa saja yang doyan minum tuak. Kalau sudah mabuk, janganlah suka becakap ngawur. Bisa saja nasib anda akan sama dengan Anto Peranginangin (30) warga Gg. Mejuah-Juah, Desa Ujung Labuhan (Kecamatan Namorambe). Gegara tabiat buruknya itu, Anto tewas di tempat setelah sebilah pisau menusuk jantungnya.


Data diperoleh Sora Sirulo, kejadian yang merenggut nyawa Anto Peranginangin terjadi di dalam warung tuak milik Jefri di Gg. Mejuah-Juah Desa Ujung Labuhan (Kecamatan Namorambe). Saat itu, Anto Perangin-angin diketahui sedang minum tuak bersama teman-temannya. Tak lama berselang, pelaku, Joy Pranata Ginting Manik alias Manik (30) datang.

“Awalnya, antara Anto dan Joy hanya terlibat cekcok mulut karena beda pendapat. Maklumlah kalau sudah mabuk,” cerita Sariana beru Perangin Angin (40) kakak Anto Peranginangin.

Joy langsung menikam

Akan tetapi, pertengkaran mulut tersebut berujung dengan adu jotos. Sebetulnya, perkelahian tersebut telah dilerai oleh beberapa warga yang berada di dalam warung. Namun, ketika Anto lengah, Joy langsung menikam korban dengan sebilah pisau yang pas mengenai ulu hatinya. Anto langsung terkapar. Jefri pemilik warung langsung berteriak histeris. Warga sekitar yang mendengar teriakan Jefri, langsung mengerumuni lokasi. Anto kemudian dibawa ke Rumah Sakit Theotokos Namorambe. Akan tetapi, nyawa Anto tidak bisa diselamatkan. Sementara, Joy pelaku penikaman langsung kabur.

Sekdes Desa Ujung Labuhan Anton Purba ketika dikonfirmasi mengatakan motif pembunuhan tersebut hanya salah paham.

“Menurut informasi, antara korban dan pelaku ada selisih paham. Pada saat itu keduanya mungkin sudah banyak menenggak tuak,” katanya.

Sementara menurut Jefri Kurniawan Ginting selaku pemilik kede tuak ketika diwawancarai oleh Sora Sirulo secara terpisah menceritakan, perkelahian berujung maut tersebut berawal ketika Anto terlibat perselisihan dengan Hendro (35) di dalam warung tuak.




“Pertama yang datang minum tuak ke warung saya Anto. Tak tau sebab, Anto secara tiba-tiba membacok Hendro. Untung saja Hendro berhasil mengelak. Sehingga lengannya hanya menderita luka gores. Hendro kemudian pergi lalu memberitahu kepada Joy Manik,” cetusnya.

Tidak berlangsung lama, Joy Manik datang ke warung saya, lalu berkata: “Siapa yang jago di sini, hadapkan sama saya.” Saya sempat berkata kepada Joy Manik agar jangan berkelahi di warung saya lalu mengajaknya minum. Tapi saat aku membelakangi mereka, saya mendengar Anto dan Manik sudah terlibat perkelahian.

“Begitu saya menoleh, saya melihat Anto sudah kena tikaman di bagian dadanya dan langsung mengorok. Manik pun langsung melarikan diri. Setelah itu,  kami pun langsung membawanya ke rumah sakit,” tutur Jefri.

Kanit Reskrim Polsek Namorambe Ipda Hendri Ginting mengatakan belum tahu pasti motifnya.

“Kita memang mendapat informasi adanya masalah selisih paham di warung tuak. Pelaku  masih kita kejar,” katanya.




Leave a Reply