KTC Buat Perpustakaan di Negeri Gugung

0
39

Laporan: Roni Surbakti (Medan)

 

perpustakaanKaro Trekker Community (KTC) yang anggotanya kebanyakan mahasiswa Karo melakukan launching Program “Sapo Oge” di Desa Negeri Gugung (Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang) [Minggu 11/9].  Komunitas yang bergerak di edukasi wisata alam dan wisata budaya memilih melakuan pemberdayaan masyarakat desa karena belum memiliki sekolah formal jenis apapun. Mereka juga tidak memiliki perpustakaan desa.

Jarak sekolah yang jauh membuat anak malas sekolah. Bagi orangtua yang memiliki sepeda motor dapat mengantar anak mereka setiap hari sekolah. Bagi yang tidak memiliki maka anak mereka harus berjalan sekitar 4 Km menuju sekolah dalam kondisi jalan rusak dan menanjak. Hal ini juga tentunya berlaku bagi anak yang berusa 6 tahun atau yang baru masuk sekolah.

Sapo Oge atau balai baca ini diharapkan ke depannya meningkatkan minat baca, sekolah dan juga peningkatan sumber daya manusia di desa.

perpustakaan-1Kegiatan tersebut diawali dengan nonton film bersama anak dan orangtua di balai desa [Sabtu 10/9]. Belasan anak Negeri Gugung antusias menonton film yang  juga dihadiri oleh puluhan orangtua. Kegiatan nonton bersama juga diselingi dengan games dan kuis. Salah satu warga yang merga Tarigan mengapresiasi kegiatan komunitas ini. Dia memohon agar ke depannya juga memberikan penyuluhan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba.

Dalam sambutannya, Ketua Karo Trekker menyatakan terima kasih kepada pemerintah desa dan juga orangtua yang turut mendampingi anak mereka dalam peluncuran program Sapo Oge. Demikian Enda Temanta Sembiring, Kepala Desa Negeri Gugung sangat mengapresiasi kegiatan komunitas ini. Kepala desa berharap progam ini terus dilanjutkan agar anak-anak memiliki motivasi sekolah yang tinggi.

“Selama ini banyak anak-anak yang malas sekolah karena alasan jauh atau tidak memiliki motivasi. Dengan hadirnya orang luar, semoga muncul semangat baru di desa ini,” ujar Pak Sembiring.

Pada saat bersamaan, juga dilakukan penyerahan beberapa buku kepada kepala desa sebagai simbolis peluncuran program Sapo Oge di Negeri Gugung.

perpustakaan-2aKoordinator program Sapo Oge, Salmen Sembiring, juga memberi penjelasan singkat kepada pemerintahan desa dan juga masyarakat yang hadir. Ia menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan selama setahun. Kegiataan akan meliputi pembelajaran luar sekolah, motivasi, kreatifitas, dan  juga pendidikan lingkungan hidup.  Ia menjelaskan, motivasi dibutuhkan bagi anak–anak di desa ini dikarenakan jarak sekolah yang jauh dan infrastruktur yang sangat buruk. Demikian juga kreatifitas dan lingkungan hidup akan menjadi isu yang penting bagi generasi ini di kemudian hari sehingga sangat baik dididik sejak dini.

Untuk sementara, kantor kepala desa akan dijadikan balai baca dan menjadi pusat kegiatan program Sapo Oge setahun ke depannya. Pada tahap pertama, perpustakaan akan diisi kurang lebih 250 buku dari berbagai jenis baik buku pertanian, perternakan, perikanan, buku-buku pelajaran SD dan SMP dan juga majalah-majalah untuk anak-anak.




Negeri Gugung memiliki potensi pertanian dan wisata alam dan budaya yang unik. Infrastruktur dan status pendidikan yang sangat tidak memadai mengakibatkan desa ini agak terbelakang dalam kemajuan ekonomi dibanding desa-desa lain di sekitarnya. Dengan adanya program–program pemberdayaan di bidang pertanian, peternakan dan pendidikan, ke depannya pemanfaatan potensi desa akan dapat dimaksimalkan.

Komunitas ini mengharapkan agar desa ini menjadi desa agroekowisata, yakni perpaduan wisata alam, kehidupan sosial budaya dan juga kehidupan pertanian. Saat ini komunitas ini masih membutuhkan kerja sama  dengan pihak lain yang peduli untuk mensukseskan program Sapo Oge di Desa Negeri Gugung.




Leave a Reply