Kolom Asaaro Lahagu: Penghormatan Haru untuk Bang Yusril

1
103

Asaaro LahaguApa kabar Bang Yusril? Tetap sehat ya, Bang. Saya dengar dari tetangga sebelah bahwa Bang Yusril selama ini 100% siap menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta. Usaha yang Bang Yusril curahkan juga terlihat lebih dari 100%, mungkin bisa 300%. Tetapi pagi ini tetangga yang satunya lagi bilang, Bang Yusril resmi gagal jadi Cagub. Ada bocoran bahwa pasangan yang diusung Gerinda-PKS adalah Anis-Sandiaga. Sementara Cikeas sudah mendeklarasikan pasangan Cagub Agus-Sylviana.

Saya terkejut lho, Bang Yusril. Tadinya kopi yang mau saya seruput, tumpah di celana pendek micky kitty saya saking harunya. Lho kog Bang Yusril gagal jadi Cagub? Jutaan pertanyaan terngiang-ngiang di telinga saya pagi ini. Bukankah Bang Yusril sudah melamar ke semua partai? Bukankah sederet partai mulai dari PDIP, Golkar, Demokrat, Gerinda, PKB, PAN, PPP dan PKS sudah didatangi? Bukankah Bang Yusril sudah ikut fit and proper test itu?

Soal fit and proper test itu, saya yakin Bang Yusril, luluslah. Soalnya nama besar Bang Yusril sebagai Ketua Umum PBB telah dikenal di seantero negeri ini. Apalagi jumlah pemilih PBB pada Pemilu tahun 2014 lalu tembus 1,2 juta suara. Itu sungguh luar biasa lho Bang Yusril. Itu lebih banyak dari jumlah KTP yang berhasil dikumpulkan oleh Teman Ahok dulunya. Coba kalau pemilih PBB itu disuruh pindah ke Jakarta dan tinggal di Pasar Ikan Luar Batang, bisa lho dengan mudah suaranya dimobilisasi hehe.

Kalau Bang Yusril disebut gagal jadi Cagub karena kurang pengalaman seperti si Agus Harimurti itu, saya tidak setujulah, Bang. Bang Yusril kan sangat kaya pengalaman di pentas politik dan pemerintahan di negeri ini. Kalau tidak salah, Bang Yusril sudah 3 kali menjadi menteri di 3 era presiden. Luar biasa ya, Bang. Pengalamannya kalau ditulis bisa berjilid-jilid dari A-Z.

Saya juga haru lho, Bang Yusril. Kapasitas Bang Yusril kan nasional, kok rela turun ke daerah yusril-3dan mau menjadi Cagub? Mimpi menjadi RI-1 tidak mudah ya, Bang. Jadi, mencoba keberuntungan lewat pintu DKI-1. Saya paham Bang Yusril. Tapi Pilpres 2019 tidak gampang lho. Jokowi yang menurut Bang Yusril hanya kapasitas wali kota tidak pantas menjadi Presiden, sukses memporak-poraknda KMP, lho Bang. Hingga sekarang sudah menghukum mati sejumlah bandar Narkoba dan menenggelamkan hampir 1000 kapal asing. Ngeri lho Bang, Jokowi itu.

Kata kawan saya yang sudah pindah ke rumah rusun, Bang Yusril gagal nyagub karena kurang paham hukum. Saya marah sama dia lho Bang. Jangan semberangan ngomong, ya. Bang Yusril itu pengacara hebat. Dia pengacara kondang yang sangat diperhitungkan di negeri ini dan kerap memenangi aneka perkara di pengadilan. Dia juga bisa lolos dari jeratan hukum terkait kasus Sisminbakum. Hebat, kan? Bang Yusril itu levelnya sama dengan Todung Mulya Lubis, almarhum Adnan Buyung Nasution, Hotma Paris Hutapea yang tarifnya bisa Rp. 10 Miliar per perkara.

Anak-anak kecil di gang-gang sempit di Jakarta, kenal juga sama Bang Yusril rupanya. Mereka bilang, Bang Yusril gagal nyagub karena kurang sosialisasi. Saya langsung usir anak-anak itu juga, Bang. Saya bilang sama mereka, diam kalian semua, ya. Bang Yusril itu sosialisasinya luar biasa. Dia rela melepas dasi parlentenya dan turun ke pasar dengan memakai baju micky mouse yang terkenal itu.

Bang Yusril dikenal juga di berbagai sosial media. Tempo hari saat Bang Yusril lagi asyik makan soto di pinggir jalan, semua heboh. Pantas banyak sekali ormas-ormas berebutan deklarasi bahwa mereka dukung Bang Yusril. Berbagai organisasi termasuk kumpulan emak-emak berlomba menyatakan dukungan kepada Bang Yusril. Di televisi, wajah ganteng Bang Yusril juga terus nongol. Lalu apa yang kurang soal sosialisasi, Bang Yusril?




Ah, pertanyaan saya terus berdenyut-denyut di kepala saya. Mengapa Bang Yusril gagal nyagub, ya. Untung ada seekor burung nuri di dalam sangkar berciutan di hadapan saya. Bang Yusril gagal nyagub ciutt…. ciut….. Bang Yusril gagal nyagub ciut…. ciut…. karena hanya berani bela yang bayar. Saya terkejut lho ciutan burung nuri itu. Ah, mungkin ada benarnya. Selama ini Bang Yusril maju tak gentar membela yang bayar hehe.

Lanjutan ciutan burung nuri di dalam sangkar itu sih bilang begini. Nanti kalau jadi gubernur, Bang Yusril bisa bela yang salah asalkan bayar. Semua pada takut lho Bang Yusril termasuk partai juga. Cap itu terlalu terpatri di benak anak-anak, remaja, dewasa dan opung-opung. Nanti bang Yusril bisa membela mereka yang tinggal di tanah negara lagi, di jalur hijau seperti di Luar Batang Ikan itu lho Bang. Makanya partai-partai enggan dukung Bang Yusril. Partai takut kepada rakyat. Nah, rakyat takut sama Bang Yusril.

Jadi setelah Bang Yusril pasti 100% gagal jadi Cagub DKI, saya benar-benar terharu. Saya tahu bahwa Bang Yusril sudah capek-capek bergerilya ke sana ke mari mencari dukungan. Namun, apa daya tak berhasil. Ah malu ya, Bang. Mau ditaruh kemana muka ini. Saya sarankan sih mukanya ditaruh saja ke bawah, Bang. Soalnya selama ini, muka itu selalu di atas. Jadi istirahat dulu hehe.

Soal gagal jadi Cagub, jangan sedihlah, Bang. Kata kura-kura, segala sesuatu ada waktunya. Ada waktunya untuk menang, ada waktunya untuk kalah. Ada waktunya untuk sukses dan ada waktunya untuk gagal. Semuanya variasi kehidupan yang kadang ke atas dan kadang ke bawah, Bang. Begitu kata bijak para rohaniawan, Bang.

Satu penghormatan saya kepada Bang Yusril yakni mengangkat 2 saja jari saya untuk menghormati Bang Yusril. Bang Yusril benar-benar pendekar dan Laksamana Cheng Ho. Trims sudah ikut meramaikan Panasnya PIlgub DKI selama ini,  Bang Yusril. Berkat kehadiran Bang Yusril, Pilgub DKI sangat menarik dan panas membara.

Oh, besok jangan lupa putar kaset anak-anak  jaman dulu, ya Bang. Lagunya: “Di sini senang, di sana senang, di mana-mana hatiku senang. Kalah menang hati senang”. Pamit dulu ya Bang, soalnya saya mau makan soto di pinggir jalan nih, ada tetangga yang mau traktir.

Salam hangat ala saya, Bang Yusril,



1 COMMENT

  1. Yusril sebagai ketum, partainya terlalu kecil (1,4%) untuk minta dukungan partai-partai lain yang mencapai 6-10%.
    Mengapa dia tidak jadi calon independen saja kalau memang disukai banyak orang ya?

    Tetapi Yusril sudah berjasa membikin pilgub Jakarta banyak variasinya, dan menarik. Sekarang proses ‘menariknya’ sudah selesai, tinggal tusuk saja he he . . . atau 3 cagub itu masih akan tonjok-tonjokan? Kalau begitu masih ada menariknya juga.

    MUG

Leave a Reply