Kolom M.U. Ginting: Agus Harimurti Yudhoyono

0
163

M.U. Ginting“Pertimbangan SBY banyak ya. Yang pertama itu test untuk potensi anak ini melanjutkan dinasti politik Cikeas. Bagaimana ke depan dinasti Cikeas itu mempersiapkan penerus apakah Agus apakah Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono), atau Ani Yudhoyono,” kata Kepala Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI Syamsuddin Haris sebagaimana diberitakan oleh detik.com [Jumat 23/9].

Semangat besar dari keluarga besar SBY atau khususnya SBY sendiri untuk mewariskan politiknya ke kedua anak beserta istrinya memang sangat terlihat jelas. Jarang kita lihat pemikiran ‘warisan’ seperti ini di Eropah atau negeri maju lainnya. Di sana berlaku kalau mewariskan kekayaan atau perusahaan, tetapi jarang di lapangan politik. Karena politik sangat dinamis dan berubah cepat sesuai dengan perubahan perkembangan kesedaran manusia dan masyarakat pada umumnya.

agusSituasi dimana SBY terpilih sebagai presiden punya dinamika tersendiri. yaitu militernya/ pangkatnya ditambah situasi ketika itu masih diawani oleh kekuasaan militer sehabis kekuasaan fasis militer Soeharto. SBY adalah bagian dari situasi itu atau dilahirkan dalam situasi itu. Pikiran ‘militer’ yang berhasil di SBY meraih kepresidenan dulu, masih melekat di hati sang ayah ini.

Dia sangat yakin kalau anaknya sebagai perwira muda juga bisa mewarisi kesuksesan masa lalunya. Terlihat dari pilihannya bukan Baskoro tetapi Agus. Kalau dia tidak berhasil kali ini tentu masih banyak waktu untuk belajar politik demi meneruskan cita-cita besar sang ayah, walaupun Agus harus melepaskan semua tugas militernya.

Menunggu karier dari sudut kemiliteran, masih sangat panjang, karena naik pangkat saja periodenya 4 tahun sekali. Sampai ke pangkat jenderal, sang ayah rasanya sudah terlalu tua untuk bisa menikmati.  Akan tetapi, Agus yang masih relatif muda itu bisa belajar dan bisa menandingi siapapun yang lain dalam perpolitikan dan percaturan dunia itu.








Leave a Reply