Kolom M.U. Ginting: PARTAI PENDUKUNG

0
97

M.U. GintingBahwa partai-partai akan cekcok dalam mendukung Ahok-Jarot, bisa saja terjadi gejala demikian. Tetapi bukan arus yang sangat berarti sehingga malah melumpuhkan dukungan dan bikin kekalahan. 

Bahwa ada juga partai pendukung atau ada diantara anggota partai pendukung yang ingin Ahok kalah, bukanlah sesuatu yang ajaib atau tidak biasa. Soal inilah yang harus diperhatikan, jangan sampai kecolongan (kontradiksi intern yang mematikan). Karena itu, prinsipnya, tiap partai pendukung wajib mengarahkan kekuatannya konsolidasi pendukung masing-masing tiap partai. Tiap partai pendukung mengerahkan partisipasi pemilih dari partainya sendiri sebanyak mungkin. Itu saja.

pendukungPerjuangan untuk memikat Ahok lebih ‘mencintai’ partai mana, tak perlu ditonjolkan, karena memilih Ahok adalah memilih perbaikan dan pembangunan kota Jakarta demi kesejahteraan penduduk Jakarta yang sudah terbukti sudah berjalan selama periode pertamanya. Sekarang, tinggal melanjutkan dengan lebih banyak partai pendukung.

Kalau tiap partai pendukung akan mendirikan tim pemenangan, juga bagus karena ini artinya partai-partai itu berbeda; semua mengakui dan menghormati perbedaan. Tiap parta menunjukkan seni keindahan partainya masing-masing dalam mengerahkan lebih banyak pemilih bagi Ahok-Jarot. Tiap partai bisa menunjukkan dan membktikan seni tinggi politiknya dalam tujuan konkret memenangkan Ahok-Jarot.

Seni tinggi inilah dalam jangka panjang akan memenangkan partai politik di Indonesia (juga dunia) dalam perjuangan terakhir partai-partai sebagai organisasi perjuangan politik.




Leave a Reply