rikwan sinulinggaRIKWAN SINULINGGA. KABANJAHE. Hamparan tanaman pertanian yang mulai layu karena kekurangan air mulai terlihat di Dataran Tinggi Karo. Sejak Maret 2016, rata-rata curah hujan sangat minim, sementara angin berhembus kencang, sebagaimana biasanya di kala kemarau panjang.

Kondisi ini mulai menjadi keluhan para petani di Dataran Tinggi Karo, sementara di Kota Medan yang berjarak sekitar 60 Km diinformasikan saat ini curah hujan sangat tinggi bahkan sebagian Kota Medan sempat banjir akibat tingginya curah hujan yang hampir setiap hari turun deras.

kemarau-5Biasanya bulan Agustus hujan sudah mulai turun. Bahkan sampai Desember hampir setiap hari hujan siang maupun malam.

“Tapi, kali ini, bapak lihatlah… semua kering. Kalaulah sempat sebulan lagi gak hujan mungkin semua petani di Karo ini akan gagal panen,” keluh seorang petani yang diajak berbincang-bincang oleh Sora Sirulo di ladangnya.

Dia menjelaskan, musim tanam padi di daerah itu bulan Juli-Agustus, itu mengingat kondisi curah hujan yang tinggi mulai bulan September.

“Yah, kami gak tau lagilah gimana dibuat. Apakah ini ada kaitannya dengan panasnya kondisi sekitar Sinabung sehingga memecah awan, saya kurang tahu juga. Kalo harus beli air untuk penyiraman juga masih harus dipikirkan karena biaya beli air yang cukup tinggi dan biaya lainnya,” keluh petani sayur putih dan padi itu.




Leave a Reply