Bapak Penyabu Pukuli Anak Sampai Lembam

1
168

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Hanif Sidik (36) benar-benar ayah biadab. Bayangkan saja, lantaran doyan nyabu dan main perempuan, warga Jl. Karya Bakti, Kelurahan Pangkalan Mansyur (Medan Johor) ini tega memukuli H (9) anak kandungnya sendiri hingga memar.


Cerita Vebrinna Astria (28) istri Habif saat ditemui di Polsek Delitua, penganiayaan yang dilakukan Hanif terhadap anaknya H terjadi saat H sedang mengotak-atik HP  Android milik ayahnya. Diduga, karen takut kedoknya ketahuan oleh H, ayahnya lalu memukuli H.

sabu-26“Waktu saya tanya mengapa ia tega menganiaya anaknya, katanya karena anakku telah menghabiskan pulsa hape bapaknya karena membuka internet. Padahal itu hanya alasan suami saya. Soalnya suami saya takut kedoknya terbongkar,” sebut Vebrinna.

Sementara menurut penjelasan H, ia bukannya menghabiskan pulsa HP bapaknya karena ia hanya bermain game.

“Saya hanya main game kok, pak. Tapi saya dimarahi dan kepala saya dipukuli bapak, bang. Kepala dan perut saya juga ditunjang,” kata H polos.

Mirisnya lagi sambung bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 SD ini, ayahnya Hanif juga pernah menempelkan pisau sepanjang 20 cm ke leherya tanpa sebab. Lain halnya dengan yang dikatakan Tarmiati (56) nenek H. Mulut cucunya Kl (3) adik H juga pernah dibekap dengan bantal oleh menantunya Hanif.

“Saat itu usia cucu saya masih 8 bulan. Untung saja anak saya Vebrinna langsung tau. Bukan hanya kedua cucuku, Vebrinna juga kerab dipukuli sejak mereka menikah 10 tahun lalu,” bilang Tarimiati.




Lanjutnya, memang kerja Sidik hanya main perempuan dan penyabu. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap. Asal ada duit, Hanif tidak pernah berada di rumah. Padahal, dulunya anak saya Vebrinna hanya bekerja di Pabrik Sarung Tangan di Kecamatan Namorambe.

“Tapi gaji anak saya selalu diambil duluan untuk difoya-foyakan Hanif. Maka itu anak saya mau minta cerai. Karena tidak tahan lagi hidup bersama suami yang suka main pukul, penyabu dan main perempuan,” bebernya.

Kanit Reskrim Polsek Deltua Iptu Jonathan ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan korban untuk ditindaklanjuti.








1 COMMENT

  1. penyabu/pecandu narkoba tidak terhindarkan cepat atau lambat akan berubah menjadi ‘setengah-manusia’ artinya bukan manusia lagi. Bagi ‘setengah-manusia’ ini sudah tak bisa membedakan membunuh atau dibunuh. Di keluarga ini masih mukuli dan menyiksa saja, masih belum jauh sekali, belum menyiksa sampai tewas.

    MUG

Leave a Reply