Panitia Ritual Mandi Keramas (Erpangir Ku Lau) Sumut 2016 Beraudiensi dengan Kepala BBKSDA Sumut

1
45

LORETA KARO SEKALI. MEDAN. Panitia Erpangir Ku Lau Sumut 2016 mengadakan audiensi dengan Kepala ‘Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam’ di Jl. Sisingamangaraja, Medan [Kamis 6/10]. Panitia meminta dukungan dan sekaligus ijin pemakaian kawasan untuk penyelenggaraan event yang akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2016 mendatang.

Kepala BBKSDA Sumut (Dr. Hotma Uli Sianturi) sangat mendukung kegiatan tradisi ini. Beliau juga menyarakankan agar panitia tidak hanya menjalin hubungan positif dengan pihak pemerintah saja, tapi juga dengan pihak masyarakat sekitar dan komunitas-komunitas pelaku ritual.

Mengingat kegiatan ini akan dihadiri sampai seribu orang, Sianturi menyarankan agar diatur tidak merusak kawasan dan menjaga kebersihan.

“Kita buat acara seperti ini harus melakukan pendekatan dahulu dengan masyarakat, Nanti bisa terjadi masalah kalo tidak terjalin komunikasi yang baik,” katanya.

erpangirTWA Si Debuk-debuk yang seluas 7 Ha saat ini tidak terjamah dan terlihat terbengkalai begitu saja. Sianturi berharap dengan aktifnya kegiatan di taman wisata ini maka pengelolaan akan semakin baik. Jika hanya diharapkan dari pemerintah maka akan mentok di permasalahan anggaran. Dengan diadakan kegiatan seperti ini maka diharapkan TWA Si Debuk-debuk  dapat menjadi salah satu icon pariwisata dan budaya Karo di Sumut semakin maju dan meningkat dengan perpaduan atraksi budaya Karo dan wisata alam.

“Upacara tradisi seperti ini dapat  menarik para wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya.

Turut hadir Ketua Panitia Erpangir Ku Lau (Salmen Sembiring) yang juga Ketua Galang Kemajuan Center Karo, Bendahara panitia (Briant Brahmana) dan Ketua Karo Trekker Community (Roni Surbakti).

Dalam pemaparannya, panitia mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk mendukung kegiatan Warisan Budaya Nusantara yang telah diakui oleh menteri pariwisata ini. Panitia juga mengharapkan agar kerjasama dengan pihak BBKSDA tidak hanya sampai acara selesai di 28 Oktober 2016 ini melainkan dapat berlanjut dalam pengelolaan TWA Debuk-debuk ke depannya.




1 COMMENT

  1. Erpangir ku lau
    tradisi ribuan tahun Karo yang alamiah itu . . .
    bisa di anugerahkan kepada tiap turis yang hadir sebagai pangir berupa wangi-wangian yang akan selalu membawa dan mendatangkan rezeki dan kebahagiaan.
    Sebarkanlah apa saja yang akan memberikan harapan yang indah ini.
    MUG

Leave a Reply