vivi-e-tarigan-2VIVI ENDARIA TARIGAN. MEDAN. Malam yang sunyi saat itu berubah menjadi sebuah ketenangan. Ketika kami menikmati alunan nada dari salah satu alat musik Karo. Surdam mengajarkan sebuah ketenangan, alat musik tiup Karo yang terbuat dari bambu ini mampu membawa kami hanyut dalam setiap tiupan nadanya.

Sabtu 24 September 2016, tim ekspedisi 9 pilar “Pendaki 1 Kaki” yang diselenggarakan oleh Pandan Adventure kembali melakukan kegiatan ekspedisinya. Kali ini ke Deleng Simpulan Angin (1.437 mdpl) yang berada di Doulu, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

surdamKegiatan ini diikuti oleh 20 orang. Tujuannya untuk memotivasi pemuda Karo agar lebih semangat lagi walaupun punya kekurangan. Kita tidak boleh putus asa apalagi lari ke obat terlarang. Kita harus membangkitkan semangat kita dalam mencapai impian, begitulah kata Sang Pendaki 1 Kaki, Dani Efendi Tarigan.

“Kesabaran seseorang tidak diukur dari kekuatannya, tapi diukur dari bagaimana dia berdiri tegap setiap kali dia terjatuh. Jangan biarkan keterbatasan menghalangi langkahmu mengejar impian itu,” tambah Dani.

Dalam kegiatan ini Imanuel Tambak selaku koordinator ekspedisi menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dituangkan ke dalam sebuah film dokumenter.

surdam-2Malam itu surdam adalah salah satu topiknya. Di tengah hutan dan lebatnya pepohonan serta suasana langit gelap yang menyelimuti rombongan. Pukul 20.48, Tiwa Ginting yang memiliki julukan si Pande Surdam mulai meniup surdamnya. Dengan membawakan nada lagu “Bagi si Lit bagi si Lang”.

“Lagu ini memiliki latar belakang kisah sedih,” begitulah kata si pande surdam.

Semua tampak menikmati setiap nada yang dia tiup. Suasana senyap pun menyelimuti serta suara sepi alam juga turut ternikmati oleh kami. Termasuk juga sang pendaki 1 kaki yang tampak menikmatinya sambil duduk di atas pilar Deleng Simpulan Angin.

Sungguh alunan nada yang mampu menenangkan pikiran saat itu. Budaya adalah harta yang berharga. Alam adalah harta yang tak pernah ternilai. Jaga dan lestarikan. Salam lestari.

surdam-3




Leave a Reply