Kolom M.U. Ginting: Polisi Sebagai Korban Narkoba? Wow …

0
129

M.U. Ginting“Profesi dan Pengamanan (Propam) melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya, Enam personel di Polres Ternate dan satu dari Polres Halmaherah Tengah positif menggunakan narkoba,” sebagaimana dilansir oleh Antara.

Inspeksi mendadak ini perlu diadakan lebih sering ketika tak terduga sama sekali.

Ini meungkin jalan bagus sebelum ke jalan terakhir ‘surrender or die’ seperti di Filipina.

“Keenam oknum polisi yang positif ini akan menjalani rehabilitasi kerena mereka bagian dari korban,” kata Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendry Badar di Ternate [Sabtu 8/10].

narkoba-21Korban? Wow, enak aje.  Istilah yang sudah terlalu ‘klasik’. Polisi atau pejabat penyandu tak bisa dijadikan atau dikategorikan sebagai ‘korban’ seperti anak-anak di bawah umur dari SD atau  SMP. Polisi atau pejabat penyandu sudah dewasa dan berpengalaman cukup banyak kalau mau ‘mengorbankan’ dirinya sendiri atau berkorban untuk ikut jadi pengedar yang pasti akan menghasilkan duit besar. 

Anak-anak memang sering dikorbankan jadi penyandu dan kemudian jadi pengedar. Mereka betul-betul korban dan dikorbankan oleh orang dewasa gembong narkoba. Orang dewasa, polisi atau pejabat yang sudah kawakan itu, janganlah pura-pura dibikin jadi ‘korban’, tak masuk akal. Janganlah diperlakukan mereka seperti anak-anak di bawah umur. Sangat memalukan kalau begitu.




Karena itu juga, ‘surrender or die’ bisa diperlakukan kepada orang dewasa, tetapi tidak bisa bagi anak-anak di bawah umur. Anak-anak bisa direhabilitasi, tetapi orang dewasa sudah 100 tahun pengalaman rehabilitasi ‘terapi psikologi’ tidak pernah berhasil di seluruh dunia.

“Duit yang dihabiskan untuk rehab psikologi ini lebih baik diberikan kepada petani miskin yang sangat membutuhkannya,” kata presiden Duterte dari Filipina, yang rehabnya ‘surrender or die’ sudah berhasil luar biasa hanya dalam waktu 3 x 30 hari kekuasaannya sebagai presiden Filipina.




Leave a Reply